Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung

Pada SNI Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung SNI-2847-2013 pada point 1.2 menegaskan tentang dokumen kontrak, Dokumen kontrak untuk semua beton konstruksi harus membuat stempel insinyur profesional yang memiliki sertifikat, dan dokumen kontrak juga harus menunjukan

  1. Nama dan tanggal penerbitan tata cara dan kelengkapanya dimana desain harus memenuhinya.
  2. Beban-bebean seperti beban angin, beban hidup, beban mati, dan beban lainya sesuai yang di gunakan dalam desain.
  3. Kekuatan tekan beton yang di tetapkan pada umur yang dinyatakan, atau tahap konstruksi untuk setiap bagian struktur yang di desain.
  4. Kekuatan atau mutu tulangan beton sesuai yang di tetapkan.
  5. Ukuran dan lokasi semua elemen struktur dan tulangan.
  6. Tulangan untuk tipe, ukuran, lokasi, dan pemasangan angkur, dan kualifikasi untuk alat pemasangan angkur pasca pasang seperti yang disyaratkan.
  7. Ketentuan untuk perubahan dimensi yang diakibatkan dari rangkak, dan suhu.
  8. Besar dan lokasi gaya prategang.
  9. Panjang pengukuran tulangan dan lokasi dan panjang sambungan lewatan.
  10. Tipe dan lokasi sambungan lewatan tulangan mekanik atau las.
  11. Detail dan lokasi semua joint kontraksi atau isolasi (pemisah) yang ditetapkan untuk beton polos struktural dalam Pasal 22
  12. Kekuatan tekan beton minimum pada saat pasca penarikan.
  13. Urutan penegangan untuk tendon pasca tarik.
  14. Pernyataan jika slab di atas tanah didesain sebagai diafragma struktural

Nah itu 14 point yang harus ada dalam dokumen kontrak untuk konstruksi beton struktural sesuai dengan SNI 2847 2013.

1
Hello Sahabat JogjaArsitek.Com
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?
Powered by
error: