DESAIN MASJID

DESAIN MASJID

DESAIN MASJID

Bangunan masjid fungsinya sebagai tempat ibadah umat muslim. 

Dalam perkembangannya saat ini, arsitektur masjid yang menyebar di sebagian besar wilayah indonesia, merupakan hasil persamaan dari bentuk dan langgam budaya islam.

Interior Kantor Bergaya Tradisional

Interior Kantor Bergaya Tradisional

Interior Kantor bergaya tradisional saat ini sudah menjadi barang trend di setiap perusahaan baik itu kalangan pribadi, menengah, hingga ke perusahaan besar sekalipun. Dari mulai perabot kantor, seperti meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya, di gunakan untuk kegiatan kerja yang memiliki kesan tradisional. Bagi Anda yang belum mencobanya, berikut beberapa informasi yang bisa Anda gunakan untuk menambah kesan tradisional yang akan menampilkan kesan tradisi, sehingga pekerjaan Anda akan lebih natural, alami, damai, dan berkesan tentunya.

  • Konsep tradisional dalam interior kantor

Konsep ini dibuat oleh orang-orang yang memiliki karakter cinta terhadap daerahnya masing-masing. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki banyak ciri khas yang berbeda tetapi sama-sama memiliki sejarah akar budaya yang mengakar disetiap insan manusianya itu sendiri. Alhasil, kandungan rasa cinta akan adat istiadat menimbulkan semangat dalam perjuangan yang sedang Anda laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena logikanya, sebuah adat bisa timbul serta melekat di setiap daerah merupakan sebuah hasil karya para leluhur kita untuk melakukan upaya kebaikan para keturunannya.

Konsep ini dilakukan dan diberikan sentuhan kepada kantor ternyata menjadi sebuah trend yang sangat abadi, karena beberapa orang yang sudah menggunakan konsep tradisional untuk kantornya, sangat sulit untuk pindah karakter desain interior ke nuansa yang lain. Oleh sebab itu, gaya tradisional bisa coba digunakan pada kantor Anda, baik kantor pribadi maupun kantor perusahaan.

Keunggulan interior kantor yang bergaya tradisional adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan sebuah kesan kecintaan terhadap budayanya sendiri, sehingga penghormatan serta penghargaan akan selalu timbul setiap saat untuk menjaga kredibilitas pribadi akan budaya yang sudah melekat pada dirinya.
  2. Gaya tradisional merupakan gaya klasik yang sampai kapan pun akan sulit hilang, dan menjadi lebih menampilkankarakter seni budaya Indonesia.
  3. Desain interior untuk kantor yang menggunakan gaya tradisional akan mengeluarkan biaya tidak sebesar desain interior yang bergaya nuansa lain, seperti nuansa Eropa, Klasik, dan lain sebagainya.
  4. Akan membantu semangat dorongan secara alam bawah sadar, dari setiap kegiatan Anda bekerja di kantor
  5. Mudah didapatkan oleh setiap desainer interior dalam mencari inspirasi dan menuangkanya dalam perancangan dan pelaksanaan.
  6. Bahan baku dan pengolahannya lebih mudah
  7. Nilai spiritualnya akan lebih terasa dalam kehidupan sehari-hari Anda ketika beraktifitas dalam ruangan kantor yang bergaya tradisional.

Demikian informasi di atas mengenai interior kantor tradisional menjadi sebuah tradisi yang abadi untuk masyarakat Indonesia. Karena Anda akan merasakannya sendiri hasil dari sebuah dukungan perancangan serta pelaksanaan yang dilakukan desainer berpengalaman untuk interior kantor Anda. akan sangat terlihat dan terasa dari mulai perabot kantor, seperti meja, kursi, lemari dokumen, dan lain sebagainya, memiliki nuansa tradisional. Apalagi di bantu dengan backdrop yang pas dibuat mendesain berbagai macam ukiran dan lainnya. Semuanya akan menghasilkan kesan tradisi yang akan mengalami keabadian selamanya dan secara otomatis akan berpengaruh besar terhadap psikologi keadaan Anda disaat berada diruangan tersebut. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat dan dapat membantu Anda menambah referensi tentang desain interior pada ruangan kantor.

Sumber Tulisan : http://ahzainterior.com/1855-2/

DESAIN RUMAH

DESAIN RUMAH

DESAIN RUMAH

Rumah tinggal bisa dikatakan menjadi kebutuhan wajib bagi setiap orang terutama yang sudah memiliki keluarga. Rumah tinggal merupakan sebuah bukti akan kemapanan dan dalam beberapa kasus juga menggambarkan karakter pemiliknya. Rumah tinggal juga adalah sebuah investasi jangka panjang dan bahkan seumur hidup.  Dan lebih dari itu, rumah adalah tempat beraktivitas dan bersantai bagi keluarga. Tempat mereka beristirahat dengan nyaman setelah melakukan rutinitas  hidup setiap harinya. Maka akibat yang terjadi ketika sebuah rumah tinggal keliru dikerjakan akan mengakibatkan cibiran orang lain, nilai jualnya flop seiring waktu berjalan dan tidak bisa mensupport aktivitas anggota keluarga dengan baik yang sehingga mereka tidak nyaman berada di dalamnya. Maka sudah selayaknya dalam membangun sebuah rumah tinggal harus disertai dengan perencanaan yang matang. Dan disinilah peran seorang arsitek menjadi sangat diperlukan.

Jadi, Mengapa butuh Arsitek dalam membangun atau merenovasi rumah??

Seorang arsitek telah mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan dalam profesinya untuk mendesain sebuah bangunan yang baik untuk dihuni dan memenuhi syarat secara struktur, fungsi dan estetika serta memiliki kemampuan untuk memberi solusi atas permasalahan yang berkaitan dengan struktur, fungsi dan estetika bangunan tadi.

Seorang arsitek bisa menganalisa bujet pembangunan rumah tinggal dengan merancang Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dan pekerjaan pelaksanaan akan lebih terjadwal melalui penyusunan kurva S yang dihitung berdasarkan bobot pekerjaan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hal ini penting agar dalam pekerjaan pelaksanaan rumah tinggal tidak terjadi pekerjaan yang molor dan pemborosan material.

Estetika adalah poin penting yang harus bisa dicapai maksimal dalam proses mendesain bangunan oleh seorang arsitek. Estetika akan mencerminkan nilai sebuah bangunan. Dan seorang arsitek dengan pengalamannya memiliki kemampuan untuk menghadirkan sebuah bangunan dengan estetika terbaik. Dan jauh lebih penting ketika estetika yang diharapkan bisa benar-benar dikerjakan. Oleh karena itu seorang arsitek mumpuni dalam menyusun draft gambar kerja.

Naluri desain seorang arsitek sangat diperlukan dalam menyusun konsep layout ruangan sebuah rumah tinggal. Dia memahami bahwa sirkulasi cahaya dan udara merupakan hal penting untuk dihadirkan dalam bangunan. Dan tidak kalah penting adalah bagaimana mengatur alur pergerakan penghuni rumah agar bisa baraktifitas dengan baik dalam rumah tinggal mereka nantinya. Naluri desain seorang arsitek akan berkembang sejalan dengan pengalamannya. Dan hal inilah yang membedakan antara arsitek satu dan lainnya. Dan terutama akan membedakan juga seorang arsitek dengan orang lain yang berbeda profesinya

Pemahaman akan strukutur bangunan juga menjadi kelebihan seorang arsitek. Dengan perencanaan yang baik dalam pekerjaan struktur bangunan akan memberi jaminan keamanan bagi semua penghuni.

Tidak sedikit orang yang menyesal membangun tanpa bantuan arsitek dengan tujuan untuk berhemat. Padahal dana yang dikeluarkan untuk membayar jasa arsitek sekitar hanya 5 persen dari dana yang mereka keluarkan untuk membangun demi hasil yaitu sebuah kepuasan akan rumah tinggal yang didamkan dan didapatkan untuk seumur hidup.

Jadi tunggu apalagi wujudkan mimpi anda bersama jogjaarsitek.com

Layanan kami : Whatsapp

email : jogja.ars@gmail.com

Alamat kantor : Pogung Lor No.204, Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284

Jenis – jenis Desain Interior

Jenis – jenis Desain Interior

Kita bisa dengan mudah menemukan model dekorasi rumah melalui blog, website dan majalah. Tapi kita sering merasa bingung ketika hendak menerapkannya ke rumah kita sendiri.

Ya, desain yang kita lihat adalah sebuah gambar penuh yang mungkin akan sedikit sulit untuk diaplikasikan secara langsung.

Dekorasi ruangan begitu individual dan unik, untuk itu agar mempermudah mencontek sebuah gaya, ada baiknya kita belajar dasar-dasar model interior desain.

Dengan mengenal satu persatu model desain interior, Anda bisa paham model mana yang disukai dan menjadi panduan mencari model perabot yang tepat. Dikutip dari Homedit, simak perbedaan antar jenis-jenis interior desain berikut ini.

Hasil gambar untuk desain interior

Bohemian (Boho Chic) Style

Gaya Bohemian atau boho-chic adalah segala sesuatu yang mencerminkan individualitas. Gaya ini merupakan wujud dari kebebasan, tampilan modern dan koleksi yang warna-warni. Sebuah ruang dengan gaya boho-chic sangat pas untuk mendefinisikan gaya personal dan estetika Anda.

Coastal Style

Gaya Coastal atau nautical identik dengan nuansa berlibur di pantai yang menenangkan. Cahaya matahari, ombak dan pasir menjadi inspirasi dekorasi yang satu ini.Ruangan yang mengadopsi gaya nautical akan membuat Anda betah berlama-lama karena sentuhan warna biru dan furnitur yang nyaman.

Kontemporer

Gaya kontemporer pada dasarnya merupakan paduan konsep masa kini dan masa depan. Model ini memberikan nuansa hangat dan dingin dalam waktu yang bersamaan.Dengan tampilan yang bersih, hampir jarang menemukan pernak pernik di ruangan kontemporer. Elemen dasar seperti warna netral, bersih dan halus menjadi ciri utamanya.

 Eklektik

Konsep ini mewakili kebebasan berekspresi, tanpa aturan dan banyak permainan mix and match. Gaya eklektik juga berbeda dengan tipe dekorasi rumah lainnya, karena mengombinasikan beberapa jenis gaya menjadi satu.Ruangan pun terasa nyaman untuk ditempati penghuninya. Penyanyi Raisa mengaku bahwa gaya eklektik menjadi inspirasinya untuk mendesain hunian.

Industrial

Gaya industrial merupakan campuran material yang masih mentah. Sedikit sentuhan nyentrik yang bergabung dengan nuansa primitifIndustrial begitu lekat dengan furnitur tekstur, sesuatu yang berwarna abu-abu dan terlihat asli. Dengan ciri khas dinding unfinished dan langit-langit tinggi, ruang industrial terasa sejuk tanpa mengandalkan penyejuk udara.

Minimalis

Model yang satu ini sering dikaitkan dengan konsep modern. Minimalis adalah gaya yang menggabungkan estetika dan keserhanaan.Sebuah ruangan yang mengadopsi gaya minimalis berisi beberapa perabot simpel yang dapat menampilkan efek dekorasi yang maksimal.

Maroko

Mengadopsi dari negeri Maroko, Morrocan Style sangat kaya dengan sejarah, warna dan tekstur. Pola yang ramai dengan warna warni cerah menjadi komponen arsitektur yang ditampilkan di ruangan.Morrocan Style juga identik dengan apresiasi global mengenai desain yang bagus.

Rustic

Gaya rustic begitu lekat dengan segala sesuatu yang alami, dan gaya hidup yang “membumi.” Tidak heran, jika isi perabotnya banyak terbuat dari bahan-bahan buatan tangan, daur ulang dan repurposed.

Skandinavia

Sering disebut juga sebagai gaya Swedish, Skandinavia adalah konsep yang mewakili kehangatan dan keceriaan. Umumnya gaya ini memberi kesan kasual yang terlihat dari campuran perabot yang terlihat simpel namun menawan.

Vintage

Model yang memiliki ciri motif bunga-bunga ini mewakili model kuno yang tak lekang oleh zaman. Perabot vintage umumnya sudah berusia puluhan tahun namun tetap terlihat kokoh dan menawan.Sebuah ruangan yang dihiasi oleh model vintage biasa diisi oleh koleksi antik seperti cangkir dan guci yang terlihat klasik.

Sumber Tulisan. http://www.rumah.com/

Pentingnya Seorang Arsitek Mempunyai Legalitas dan Layak Secara Hukum

Pentingnya Seorang Arsitek Mempunyai Legalitas dan Layak Secara Hukum

Seperti halnya dokter, akuntan dan pengacara, arsitek adalah profesi yang menjual jasanya kepada masyarakat. Keberadaan arsitek diakui untuk mengurusi segala permasalahan mengenai rancang bangun, mulai dari penyusunan konsep perancangan hingga pengawasan berkala sampai akhirnya menjadi sebuah produk arsitektural. Selain itu, seorang arsitek juga mempunyai tanggung jawab secara moral seumur hidup terhadap karya-karyanya.
Peran arsitek di dalam kehidupan masyarakat sangat penting karena arsitek sebagai salah satu komponen masyarakat yang berperan di dalam pembentukan peradaban kehidupan manusia. Arsitek sebagai profesi yang menciptakan ruang bagi aktifitas dan kelangsungan hidup manusia dituntut selalu peka terhadap perkembangan zaman dan teknologi serta sedapat mungkin selalu membela kepentingan masyarakat umum.
Seiring dengan kemajuan dan pembangunan yang terjadi di Indonesia, profesi arsitek juga semakin mendapat tempat di masyarakat. Meskipun tidak sepopuler dokter, peran kerja arsitek dalam pengabdian kepada masyarakat semakin dihargai. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, arsitek dituntut menguasai ilmu arsitektur yang dipadukan dengan berbagai disiplin ilmu lain yang selalu berkembang dengan dinamis.
Arsitek dalam segala tindakannya selalu mempertimbangkan diri pada etika profesi serta tanggung jawab sebagai profesional. Dalam memberikan jasa profesional, arsitek selalu bertindak tegas dan jujur. Mematuhi rambu-rambu standar profesional dan teknis yang relevan. Namun saat menghadapi penugasan, keahlian, dan ketelitiannya berjalan dalam ritme yang tinggi sesuai dengan syarat integritas, obyektivitas, serta syarat independensi yang berlaku. Oleh karena itu legalitas yang sah secara hukum sangat diperlukan oleh seorang arsitek untuk mendapatkan kepercayaan dan dapat mempertanggung jawabkan karyanya secara hukum.
Pasal UUD45 yang menjelaskan ttg hak dan kewajiban seorang profesional yang sesuai dengan bidang keahliannya
Dalam Undang-undang nomer 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menjelaskan tentang hak dan kewajiban seorang tenaga pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya, yang mana Undang-undang tersebut berfungsi untuk melindungi dan membatasi status hak dan kewajiban para tenaga pekerja dari para pemberi kerja (Pengusaha) yang sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan dalam ruang lingkup kerja. Dengan demikian perlindungan terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin hak-hak dasar para tenaga kerja dan menjamin pula kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun bahkan untuk mewujudkan kesejahteraan para tenaga kerja dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan didunia usaha.
Hasil gambar untuk sidang
Hak–hak dan Kewajiban Para Tenaga Kerja Didalam Ruang Lingkup Undang–undang Nomer 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan  Terdiri Dari:
Hak-hak Tenaga Kerja
*** Pasal 5              : Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan
*** Pasal 6            : Setiap pekerja berHak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha
*** Pasal 11          : Setiap tenaga kerja berHak untuk memperoleh dan/atau meningkatkan dan/atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja
*** Pasal 12 ayat  ( 3 )          : Setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan kerja sesuai dengan bidang tugasnya
*** Pasal  18 ayat ( 1 )          : Tenaga kerja berHak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta atau pelatihan ditempat kerja
*** Pasal 23               : Tenaga kerja yang telah mengikuti program pemagangan berHak atas pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan atau lembaga sertifikasi
*** Pasal 31             : Setiap tenaga kerja mempunyai Hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak didalam atau diluar negeri
*** Pasal 67               : Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat wajib memberikan perlindungan sesuai dengan jenis dan derajat kecacatannya
*** Pasal 78 ayat ( 2 )           : Pengusaha yang mempekerjakan pekerja melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud pada Pasal 78 ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur
*** Pasal 79 ayat ( 1 )           : Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja
*** Pasal  80              : Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya
*** Pasal 82               : Pekerja perempuan berHak memperoleh istirahat selam 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (Satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan
*** Pasal 84               : Setiap pekerja yang menggunakan hak waktu istirahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 ayat (2) huruf b, c dan d, Pasal 80 dan Pasal 82 berHak mendapatkan upah penuh
*** Pasal 85 ayat ( 1 )           :  Pekerja tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi
*** Pasal 86 ayat ( 1 )           : Setiap pekerja mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas:
a.    Keselamatan dan kesehatan kerja
b.    Moral dan kesusilaan dan
c.    Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama
*** Pasal 88               : Setiap pekerja berHak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
*** Pasal 90               : Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari  upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89
*** Pasal 99 ayat ( 1 )           : Setiap pekerja dan keluarganya berHak untuk memperoleh jaminan sosial  tenaga kerja
*** Pasal 104 ayat ( 1 )         : Setiap pekerja berHak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja
*** Pasal 137             : Mogok kerja sebagai Hak dasar pekerja dan serikat pekerja dilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan
*** Pasal 156 ayat ( 1 )         : Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja serta uang pengganti Hak yang seharusnya diterima
Kewajiban Tenaga Kerja
*** Pasal 102 ayat ( 2)             :Dalam melaksanakan hubungan industrial, pekerja dan serikat pekerja mempunyai fungsi menjalankan pekerjaan sesuai dengan keWajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokrasi, mengembangkan keterampilan dan keahliannya serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya
*** Pasal 126 ayat( 1 )                  : Pengusaha, serikat pekerja dan pekerja Wajib melaksanakan ketentuan yang ada dalam perjanjian kerja bersama( 2 )                  : Pengusaha dan serikat pekerja Wajib memberitahukan isi perjanjian kerja bersama atau perubahannya kepada seluruh pekerja
*** Pasal 136 ayat ( 1 )                     :Penyelesaian perselisihan hubungan industrial Wajib dilaksanakan oleh pengusaha dan pekerja atau serikat pekerja secara musyawarah untuk mufakat
*** Pasal 140 ayat ( 1 )                     :Sekurang kurangnya dalam waktu 7 (Tujuh) hari kerja sebelum mogok kerja dilaksanakan, pekerja dan serikat pekerjaWajib memberitahukan secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan setempat
Sumber:
3 Masalah yang Perlu Dihindari Arsitek Dalam Menangani Proyek Korporat

3 Masalah yang Perlu Dihindari Arsitek Dalam Menangani Proyek Korporat

Bagi arsitek, merancang proyek korporat dapat menjadi milestone yang mampu mengangkat nama biro arsitektur. Selain bergengsi, proyek korporat pada umumnya bernilai tinggi dengan skala yang besar. Pada proyek korporat, khususnya di Indonesia, proyek semacam ini melibatkan banyak pemangku kepentingan yang memiliki tujuan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Kompleksitas proyek yang tinggi memberikan beban pekerjaan yang tinggi pula dan perlu dipahami oleh arsitek, terutama bagi yang baru mulai merintis praktik profesinya.

 Ir. Ciputra pernah menulis sebuah makalah berjudul Pandangan Pihak Pengusaha terhadap Jasa Arsitek. Dalam makalah ini, beliau menjelaskan dengan jelas mengenai permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dalam proyek yang melibatkan arsitek dengan pengusaha. Latar belakang permasalahan yang biasanya terjadi adalah adanya conflict of interest yang dimiliki oleh arsitek dan perusahaan yang memberikan proyek. Ir. Ciputra menjelaskan, bahwa perusahaan selalu memiliki corporate goals, sedangkan arsitek memiliki professional goals. Dari pemaparan tersebut, beliau menjelaskan dari sudut pandang korporat mengenai kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh arsitek dan perlu dihindari. Berikut ini adalah 3 kesalahan arsitek yang sering terjadi dalam proyek korporat dan perlu Anda hindari.

  1. Arsitek tidak memahami kepentingan owner

Pemilik proyek korporat, seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya, memiliki kepentingan berupa corporate goals. Adapun kepentingan tersebut berorientasi kepada potensi proyek untuk menghasilkan laba, peningkatan  pertumbuhan perusahaan, peningkatan market share, dan peningkatan produktivitas. Konsep ini perlu disadari oleh arsitek supaya rancangan yang dihasilkan tidak hanya memiliki konsep arsitektur yang ideal, namun juga harus membantu pemilik untuk mencapai tujuan perusahaan.

Untuk merespon terhadap kepentingan di atas, seorang arsitek perlu memperhatikan efisiensi dalam merancang. Organisasi ruang dalam rancangan bangunan sebisa mungkin dirancang dengan efektif dan ekonomis. Tidak hanya itu, arsitek juga perlu mempelajari tentang perkembangan teknologi, terutama mengenai penggunaan material, peralatan pembangunan, hingga sistem konstruksi. Pemahaman yang mendalam mengenai hal-hal tersebut akan membantu arsitek menghasilkan rancangan yang mendukung corporate goalsdari pemilik proyek.

  1. Arsitek tidak berhasil menyuguhkan konsep rancangan yang dapat dimengerti oleh owner

Arsitek sering kali kurang lihai dalam menjelaskan konsep bisnis yang diterapkan dalam rancangan proyek, padahal konsep ini adalah konsep dikenal dan diperhatikan oleh pemilik proyek. Sangat penting bagi arsitek untuk memahami jalan pikiran, keinginan, dan filosofi yang dimiliki oleh perusahaan maupun pemilik perusahaan. Dengan memahami pandangan pemilik, arsitek dapat menyampaikan konsep rancangan dan jasa yang diberikan dengan lebih baik kepada klien.

Proyek Korporat

Foto: Arsitek diharapkan mampu memunculkan solusi dan inovasi dalam presentasi ketika menangani proyek korporat. ©rawpixel

Ketika arsitek mempresentasikan konsep perancangan yang dibuat untuk pemilik, arsitek sebisa mungkin mengedepankan konsep berupa solusi sederhana yang dirancang untuk memecahkan persoalan yang terjadi di lapangan. Pemilik tentunya menanam investasi yang sangat besar dalam proyek, oleh karena itu, arsitek harus dapat memaparkan bagaimana rancangannya dapat memberikan keuntungan. Pada umumnya, permasalahan dapat terjadi ketika arsitek gagal menangkap pola pikir pemilik sehingga bukannya membuat rancangan yang dapat memberi keuntungan, rancangannya justru membuatuhkan biaya besar dan dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi pemilik.

  1. Arsitek lemah dalam segi pengawasan proyek

Masalah lain yang dijelaskan oleh Ir. Ciputra dalam makalahnya adalah kecenderungan arsitek yang lemah dalam mempertahankan kualitas jasa yang diberikan dalam keseluruhan pelaksanaan proyek. Padahal, hal ini sangat menentukan kualitas dari hasil rancangan yang terbangun nantinya. Seringkali, lemahnya pengawasan dari arsitek menyebabkan nilai bangunan menurun dari yang seharusnya. Arsitek harus dapat menjaga performa kerjanya dari awal hingga akhir proyek. Tidak hanya hingga proyek terbangun, sebisa mungkin arsitek memastikan performa bangunan setelah bangunan terbangun.

Pada beberapa kasus, permasalahan ini terjadi karena discount fee yang diberikan oleh arsitek pada kesepakatan proyek, diikuti dengan terjadinya discount service yang diberikan oleh arsitek tanpa sepengetahuan dan persetujuan klien dalam pengerjaan proyek tersebut. Padahal hasil kerja arsitek berpengaruh sangat besar terhadap return yang diterima oleh perusahaan. Dari sudut pandang pengusaha, discount fee yang nilainya tergolong kecil dalam keberjalanan proyek, apabila disertai dengan penurunan layanan, dapat mengakibatkan perbedaan mutu yang besar sekali dan sangat merugikan perusahaan.

.

Bagi pengusaha, menggunakan jasa arsitek dalam pengerjaan suatu proyek dapat memberikan added-value pada karya yang akan terbangun. Arsitek memiliki kemampuan untuk menggubah program ruang, kebutuhan, dan permasalahan menjadi karya arsitektur yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagi arsitek untuk mempelajari kepentingan klien dari awal perancangan agar rancangan yang dibuat tidak hanya menjawab visi arsitek secara pribadi dalam berkarya, namun juga menjawab tujuan pemilik proyek dengan semaksimal mungkin. Perhatian pada potensi-potensi penyebab permasalahan ini dapat membantu kelancaran keberjalanan proyek dan membantu Anda menjalin relasi yang lebih baik dengan klien Anda.

Penulis: Catharina Kartika Utami