Inspirasi Desain Interior Kamar Tidur untuk Lansia

Inspirasi Desain Interior Kamar Tidur untuk Lansia

Tidak bisa dipungkiri memang, bila orangtua yang memasuki usia senja harus mendapatkan perhatian ekstra. Terlebih jika kamu mengajak mereka tinggal bersama. Tentunya harus ada kebutuhan khusus dalam penataan rumah ramah lansia.

Kira-kira apa saja rancangan rumah yang perlu kamu perhatikan untuk memudahkan orangtua melakukan segala aktivitasnya? Berikut solusinya!

Photo by Francesca Tosolini on Unsplash
  1. Tambahkan Pegangan

Para lansia sering kali berpegangan pada benda tertentu untuk memudahkan aktivitas mereka. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kamu memasangkan pegangan pada dinding di lokasi yang sering mereka lalui. Tak usah khawatir, kamu bisa membuat pegangan dari apa saja. Besi, plastik, atau kayu bisa dijadikan sebagai bahan membuat pegangan tambahan. Jangan lupa untuk memerhatikan tinggi pegangan yang sebaiknya kurang lebih 70-80 cm.

 

  1. Lantai yang Ramah

Permukaan lantai yang licin sering kali diabaikan begitu saja.Terlebih untuk orangtua kamu yang lanjut usia, lantai yang licin sangat membahayakan.Oleh karenanya, buatlah lantai yang ramah untuk orangtua.Kamu bisa menambahkan karpet pada lantai atau menambahkan tikar anti slip pada lantai.Kamu bisa juga mengatasinya dengan lantai kayu yang landai.Perbedaan tinggi lantai antara satu ruangan dengan ruangan lainnya juga jangan diabaikan.

 

  1. Ruangan yang Lega

Hal yang harus diperhatikan bila orangtua harus menggunakan kursi roda untuk segala aktivitasnya. Ruangan yang dibutuhkan tentunya harus lebih luas untuk bergerak dan memutar dibandingkan ruangan yang lain.

Dilansir dari buku “Time Saver Standard For Architect” karya Neufert, ada perbedaan signifikan untuk orang-orang lansia yang menggunakan kursi roda.

Lebar ruangan kira-kira sebesar 91.4 cm, sementara ruangan yang dibutuhkan untuk memutar kurang lebih 150 cm. Meskipun tidak menggunakan kursi roda, orangtua yang menggunakan alat bantu jalan seperti tongkat juga memerlukan ruang yang lebih besar.

 

  1. Hindari Tangga

Salah satu hal yang paling menakutkan bagi para lansia yaitu aktivitas naik turun tangga.

Selain membuat mereka gampang kelelahan dan menyebabkan sakit punggung, naik turun tangga memang tidak aman untuk mereka. Maka dari itu, kamu sebaiknya tidak memberikan ruangan untuk orangtua di lantai 2. Kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, dapur, ruang menonton sebaiknya berada di lantai bawah. Namun jika memiliki uang lebih, kamu bisa menambahkan lift sederhana yang ditempatkan di sisi tangga untuk membantu mereka.

 

  1. Desain Kamar Mandi

Rancangan rumah lainnya yang tidak boleh luput adalah kamar mandi. Letak kamar mandi sebaiknya dibuat dekat atau menyatu dengan kamar tidur dan ruang keluarga. Hal ini berguna untuk mempermudah orangtua saat ke kamar mandi. Pintu masuk kamar mandi hendaknya didesain semudah mungkin untuk dibuka atau ditutup. Alternatifnya, kamu bisa menggunakan pintu geser untuk rumah ramah lansia. Tambahkan pegangan pada tempat-tempat yang diperlukan agar mereka tidak terjatuh. Untuk pemilihan toilet sebaiknya menggunakan toilet duduk. Hal ini untuk menjaga agar orangtua tidak kesulitan untuk bangun ketika selesai buang air.

 

  1. Desain Kamar Tidur

Beberapa lansia sering mengalami kesulitan berjalan akibat gangguan keseimbangan dan penyakit tertentu. Untuk itu, pastikan kamar tidur tidak dipenuhi oleh furnitur dan aksesori di dalamnya.

Pintu masuk kamar pun sebaiknya dibuat selebar 80-90 cm agar memudahkan mereka untuk masuk ketika menggunakan walking frame atau kursi roda. Jangan menempatkan lemari penyimpanan yang terlalu tinggi sehingga mereka tidak perlu menaiki kursi untuk mengambil barang.

 

  1. Perhatikan Pencahayaan Rumah

Semakin tua, semakin menurun juga kemampuan melihat seseorang. Untuk itu, pastikan agar rumah menggunakan pencahayaan terbaik. Selain itu, jangan lupa untuk memerhatikan pencahayaan natural atau dari sinar matahari. Perbanyaklah jendela di setiap ruangan untuk memastikan sinar matahari masuk ke dalam rumah.

 

  1. Gunakan Warna Cat yang Terang

Gunakanlah warna yang terang agar orang tua bisa melihat dinding dengan baik. Sebagai referensi, gunakanlah warna solid daripada warna pastel. Pasalnya, warna solid lebih memudahkan lansia untuk melihat.

 

  1. Buat Area Terbuka

Rumah ramah lansia tentunya harus berkonsep sehat, natural, serta asri. Hal ini bisa dicapai dengan memperbanyak penggunaan material alam dan tumbuhan yang ditempatkan di sekitar rumah. Jika kamu masih memiliki lahan kosong di sekitar rumah, buat saja area terbuka yang diperuntukkan untuk orangtua bersantai dan menikmati udara bebas.

 

  1. Ajak Orangtua Berbicara

Meski rancangan rumah untuk orangtua sudah terdesain dengan sangat baik, tapi jika tidak ada interaksi sama sekali rasanya percuma saja. Ajak orangtua berbicara tentang beberapa topik yang kalian suka. Meskipun kamu sudah mendengar cerita mereka berulang-ulang setidaknya ada waktu berkualitas yang dibagi. Sesibuk apapun kegiatanmu, sempatkan waktu bersama mereka, ya.

Nah Sahabat jogja Arsitek, demikian rancangan rumah ramah lansia yang harus kamu ketahui. Tentunya hal ini tidak boleh luput dari perhatian, ya. Dikarenakan agar mereka tidak merasa kesepian dan merasa nyaman.

6 Tanaman Berbunga yang akan Mempercantik Ruanganmu

6 Tanaman Berbunga yang akan Mempercantik Ruanganmu

Usaha mempercantik dan memperindah ruangan bisa dengan berbagai cara. Salah satunya ialah meletakkan tanaman hias berbunga pada interior rumah Anda. Tanaman ini sudah umum menjadi primadona para desainer interior. Dari segi manfaat, tentunya tidak hanya mempermanis keindahan rumah, namun juga memberi manfaat dalam hal kesehatan. Beberapa memiliki aroma menyegarkan yang bisa menjadi suatu sumber aroma terapi yang membuat pikiran dan tubuh lebih relaks.

Photo by Quino Al on Unsplash
Photo by Quino Al on Unsplash

   Ada berbagai jenis tanaman hias indoor yang bisa menjadi pelengkap dekorasi interior. Rupa dan bentuk yang beranekaragam memungkinkan Anda untuk memilih yang sesuai kriteria Anda. Meskipun demikian, kita tetap perlu memperhatikan bahwa tanaman hias ini memiliki sifat hidup. Jadi, ketika meletakkan tanaman hias sebaiknya memperoleh sinar yang cukup guna membantu proses metabolisme yang mendukung pertumbuhan tanaman. Jangan lupa untuk merawat tanaman sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Lalu apa saja sih tanaman berbunga yang cocok untuk dekorasi indoor? Simak dulu yuk uraian berikut :

 

  1. Tanaman Anggrek Bulan

Tergolong dalam jenis tanaman tropis yang perlu ketepatan dalam jumlah suhu, sinar matahari dan kelembaban yang masuk ke ruangan. Anda dapat memilih anggrek bulan sebagai salah satu tanaman hias untuk interior Anda. Varietas ini paling mudah ditanam dibanding lainnya. Bunga akan mekar tiap satu tahun sekali, namun akan gugur pada 3 atau 4 bulan. Jadi, masih ada waktu yang lama untuk menikmati indahnya bunga anggrek.

  1. Bunga Peace Lily

Bunga ini memiliki karakter tanaman yang lebat. Daunnya yang berwarna hijau akan semakin menambah kesegaran ruangan dan memanjakan setiap pasang mata yang memandangnya. Perawatannya juga tergolong relatif mudah, sehingga cocok untuk Anda yang baru memulai dekorasi interior dengan tanaman hidup.

  1. Bunga Violet Afrika

Bunga ini membutuhkan perawatan yang tidak begitu rumit. Memiliki banyak varietas yang dapat dipilih sehingga bisa disesuaikan dengan interior ruangan Anda. Tanman ini mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi ruangan.

  1. Bunga Bromeliad

Bunga ini sangat indah dan sangat terkenal karena mekarnya yang lama. Memiliki lebih dari 1000 spesies yang berbeda dengan mahkota yang berwarna cerah. Tanaman ini cukup mudah dirawat, bisa tidak terkena sinar matahari langsung serta air cukup setiap 2 minggu sekali.

  1. Bunga Anthurium

Tanaman ini memiliki bunga berwarna merah cerah berbentuk hati yang mampu melambangkan keramahan dan kebahagiaan. Anda bisa menempatkannya dipojok ruangan atau tempat sesuai selera Anda.

Itulah beberapa tanaman hias berbunga yang mampu menambah interiormu menjadi lebih segar dan menyenangkan. Anda bisa mendapatkan tanaman-tanaman tersebut secara online ataupun ditoko bunga terdekat.

Perkembangan Tren Desain Interior yang Perlu Anda Ketahui

Perkembangan Tren Desain Interior yang Perlu Anda Ketahui

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia ini terasa begitu cepat. Bahkan beberapa bidang, benda, hingga item yang dipakai di keseharian seseorang semakin berubah drastis dari tahun ke tahun. Semua imbas dari teknologi generasi 4.0 juga dirasakan dalam bidang desain interior. 

Tak jarang dari tahun ke tahun justru akan ditemui desain-desain interior yang mengejutkan dan tentunya menarik. Konsep-konsep yang lebih fresh dan elegan semakin penuh ide sehingga membuat penghuni rumah betah untuk berlama-lama di dalam rumah.

jogja arsitek
Photo by Alberto Castillo Q. on Unsplash

Adanya perkembangan tersebut juga merupakan suatu bentuk penyempurnaan dari model dan konsep interior sebelum-sebelumnya. Kosep bisa berubah melalui permainan furniture, perpaduan warna, hingga modifikasi model ruangan misalnya konsep interior pada rumah split level. Selain itu, melalui penambahan-penambahan beberapa elemen dekoratif juga bisa menjadi salah satu inspirasi dalam perkembangan desain interior. Kunci utama dari perkembangan desain interior ialah mobilitas dan fleksibilitas.

Ingin tahu perkembangan desain interior dari tahun ke tahun? Simak yuk tren perkembangan berikut ini.

  1. Desain Kamar Mandi Minimalis

Awal desain interior kamar mandi hanya sebatas bisa difungsikan sebagai kamar mandi. Oleh sebab itu, ukuran dan furniture lainnya juga menyesuaikan dengan ukuran kamar mandi yang ada. Sampai ke beberapa periode, desain interior kamar mandi semakin lebih diperhatikan. Tidak hanya sebatas ukuran saja, namun juga detail dari furniture yang digunakan. Selain itu, segi kenyamanan maupun keindahan juga penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu, kini desain interior kamar mandi semakin estetik dan mengalami benyak perubahan sesuai dengan kebutuhan penghuni rumah.

  1. Furniture Sistem Modular

Modular dapat diartikan sebagai tren masa depan. Hal ini tentunya akan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan akan sebuah inovasi dengan dukungan teknologi masa kini. Bisa juga furniture interior mengikuti perkembangan teknologi digital sehingga semakin canggih dan memanjakan penghuni rumah. Furniture jenis ini bukan hanya berkaitan dengan fungsi, namun juga kreativitas dan berbagai inovasi yang mungkin untuk melengkapi keindahan suatu ruangan.

  1. Rumah Ukuran Mini

Gaya ini sangat cocok untuk gaya hidup urban dewasa ini. Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para desainer interior. Mereka akan mencari dan menemukan style guna memodifikasi, sehingga ruangan bisa mencukupi untuk dilengkapi dengan furniture pastinya tanpa mengabaikan sisi estetika dan kenyamanan penghuni rumah. Para desainer harus memutar otak sedemikian rupa hingga diperoleh hasil yang menawan meski dengan space yang terbatas.

  1. Tren Perubahan Warna

Awalnya banyak digunakan warna-warna interior yang soft dan lembut, namun memberikan kesan elegan sekaligus. Akan tetapi, saat ini warna-warna fresh dan berani mulai banyak digunakan. Tak jarang mereka memadupadankan berbagai warna, hingga diperoleh kombinasi menarik, segar tanpa membuat lelah mata yang memandang.

Itulah beberapa perkembangan desain interior yang perlu Anda ketahui. Masih banyak perkembangan lainnya yang tidak bisa dibahas dan didetailkan satu per satu. Anda bisa mencoba dan meniru ide desain interior yang ada untuk mengupgrade ruangan Anda agar lebih nyaman, estetik dan sesuai dengan gaya Anda.

Inovasi Teknologi Industri di Desain Arsitektur

Mau Tahu Inovasi Teknologi Industri di Desain Arsitektur? Simak Dulu Yuk

Arsitektur merupakan sebuah seni dan hasil pemikiran para arsitek dengan visualisasi yang luar biasa. Semakin berkembang ilmu dan teknologi, kini arsitektur juga semakin berkembang dan menghasilkan karya yang lebih estetik.

Bahkan, yang awalnya dirasa tidak mungkin, kemungkinan akan menjadi mungkin dengan adanya bantuan teknologi. Sebagai contoh, kemungkinan besar dalam beberapa tahun kedepan, rekor menara tertinggi di dunia tidak lagi dipegang oleh Burj Khalifa (828 meter) melainkan oleh Jeddah Tower di Saudi Arabia.

Dikutip dari properti.kompas.com menyebutkan bahwa proyek tersebut akan menjadi terobosan terbesar dalam dunia arsitektur. Mengapa demikian? Karena bangunan ini digadang-gadang akan menjadi tempat obsevatorium tertinggi dunia dengan balkon outdoor berdiameter 98 kak.

Photo by Danist Soh on Unsplash
Photo by Danist Soh on Unsplash

Melalui imajinasi tersebut, para arsitek dituntut untk memiliki kemampuan yang handal untuk bisa mengintegrasikan inovasi teknologi. Kolaborasi dengan dunia digital bisa menjadi salah satu metode alternatif dalam menciptakan teknologi-teknologi maupun inovasi terbaru industri arsitektur.

Di zaman modern seperti sekarang ini pasti tidak lepas dari dunia digital. Nah, apa saja inovasi teknologi dalam bidang arsitektur? Simak dulu yuk ulasan berikut ini :

  1. Virtual Reality

Vistual reality ialah suatu teknologi inovasi yang mampu membuat penggunakan dapat berinteraksi langsung dengan ligkungan yang disimulasikan melalui komputer. 

Teknologi inilah yang nantinya menjadi teknologi andalan dalam merancang sebuah bangunan. Teknologi VR juga dapat digunakan untuk membuat presentasi kerangka desain, membuat mock up, kolaborasi proyek antar stakeholder serta finalisasi desain bangunan. 

Melalui keunggulan teknologi yang ditawarkan, program ini akan dapat mempercepat kinerja para arsitek. Sebut saja dalam mengerjakan render beberapa desain, misalnya dalam tata letak pencahayaan, mereka bisa mengerjakannya secara real time. 

Kondisi ini tentu berbeda dengan teknologi komputer 3D yang terkadang memakan waktu lebih lama.

  1. Inovasi Material Berbahan Yang Bersifat Berkelanjutan

Proyek konstruksi juga harus memperhatikan kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Oleh sebab itu, perlu bahan-bahan atau material yang bersifat berkelanjutan (sustainable). 

Aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan perlu diutamakan. Kedepannya dalam membangun rumah hendaknya menggunakan material yang ramah lingkungan. 

Di samping itu, harapannya di masa depan gedung pencakar langit harus memiliki sistem mendaur ulang limbah yang dihasilkan, menampung air hujan dan lain sebagainya.

Inovasi lainnya yang bisa mempengaruhi wajah industri arsitektur ialah teknologi BIM (building information modeling), simulasi digital dengan zonasi 3D juga solusi pencetakan dengan kolaborasi digital.

Itulah beberapa teknologi inovasi dalam industri arsitektur. Berbagai teknologi lainnya tentunya akan selalu berkembang mengikuti zaman guna mempermudah arsitek dan engineer dalam mendesain suatu bangunan.