5 Tips Desain Rumah Sehat yang Mudah Diterapkan

Desain rumah sehat dengan sirkulasi udara yang sejuk adalah dambaan setiap orang. Terutama bagi Anda yang tinggal di perkotaan. Rumah yang tidak memiliki ventilasi membuat suasana menjadi pengap, panas dan tidak nyaman. Jika dibiarkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Penggunaan penyejuk udara mungkin menjadi solusi. Namun, selain mahal penggunaan terus-menerus juga berdampak buruk untuk kesehatan Anda. Karena udara sejuk yang dihasilkan tidak alami.

Photo by LYCS Architecture on Unsplash
Photo by LYCS Architecture on Unsplash

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah rumah jadi lebih dingin dan sejuk. Salah satunya dengan menjaga kebersihan rumah secara rutin dan menanam pohon. Rumah yang sejuk dan bersih akan berdampak positif bagi penghuninya. Jadi, berikut desain rumah sehat sejuk yang dapat Anda terapkan.

1. Jendela desain rumah sehat

Memberikan lebih banyak ventilasi untuk ruang terbuka adalah perencanaan desain rumah sehat yang sempurna. Jendela besar rumah yang menghadap halaman memudahkan sinar matahari masuk. Membuat suhu rumah Anda terasa hangat ketika pagi hari. Selain itu, cahaya matahari yang masuk ke ruangan dapat menghilangkan kelembaban. Serta bakteri dan jamur yang menempel pada furnitur dan dinding. Angin dan udara segar lebih bebas masuk yang memberikan kesejuk pada rumah Anda.

Gunakan jendela ganda dengan kaca yang dapat dibuka ke dalam. Dengan bagian luar yang dapat dibuka ke arah luar. Jendela rangkap memiliki fungsi sebagai sirkulasi udara sekaligus pencahayaan. Ketika Anda membutuhkan cahaya, bagian luar bisa dibuka dan cahaya akan langsung masuk menembus lapisan kaca. Udara sejuk bisa diperoleh dengan membuka keduanya.

  1. Posisi ruangan desain rumah sehat

Posisi dan arah ruangan akan memengaruhi suhu ruangan. Ruang yang sering digunakan aktivitas pagi hingga siang hari sebaiknya berada disebelah barat. Seperti ruang makan dan ruang tamu. Penempatan ruang ini bukan tanpa alasan. Kamar yang terletak sebelah barat akan terasa dingin di pagi hari. Malam harinya, ketika matahari sudah mulai bergerak ke arah barat, kamar dari sisi timurlah yang akan terasa lebih dingin.

  1. Desain rumah dengan banyak tumbuhan

Selain membuat rumah terlihat indah, tanaman mampu memberi suasana sejuk yang diinginkan. Bahkan, kehadiran pohon-pohon di halaman juga memberikan suasana yang sama. Jangan lupa untuk melihat kondisi sekitar dan membersihkan tanaman secara teratur. Sehingga tidak mengganggu cahaya alami yang masuk ke dalam rumah.

  1. Exhaust fan

Exhaust fan adalah jenis kipas yang menyedot udara dari dalam ruangan keluar dari rumah. Bahkan, fungsi kipas ini dapat dibalik untuk menyerap udara segar ke dalam rumah. Sehingga rumah Anda memiliki udara segar dan sejuk sepanjang hari. Dengan kipas ini akan menjaga suhu ruangan tetap stabil. Sirkulasi udara dalam ruangan akan menjadi lebih baik dan membuat Anda lebih betah.

  1. Plafon

Sirkulasi udara dapat dipengaruhi oleh ukuran plafon. Jarak antara atap dan plafon dapat menentukan suhu ruangan. Plafon tinggi akan membuat udara masuk ke rumah lebih banyak. Selain itu, juga dapat menahan panas matahari langsung ke dalam rumah. Ukuran Membuat plafon dengan ketinggian yang cukup sekitar 3 meter atau lebih, setara dengan dua kali tinggi tubuh manusia dewasa

Jika kesehatan jadi prioritas utaman Anda. 5 tips desain rumah sehat ini bisa diterapkan. Untuk mewujudkan rumah sehat yang berkualitas.

Agar desain rumah sehat Anda semakin berkualitas gunakan lantai vinyl anti bakteri sekarang. Lantai dengan anti bakteri terbaik hanya bisa Anda temukan di Balian flooring. Klik disini untuk Pesan sampel gratis. Rasakan keindahannya langsung.

Boros Listrik di Rumah? Ini Dia Tips Menghematnya

Tagihan listrik Anda membengkak di akhir bulan? Rasanya Anda sudah hemat dalam menggunakan listrik tetapi nyatanya jumlah pemakaian listrik Anda tetap banyak? Ya, memang hampir seluruh kegiatan rumah tangga membutuhkan listrik. Aktivitas sehari-hari pun sangat bergantung pada penggunaan elektronik yang tentunya membutuhkan sumber daya listrik.

Photo by Griffin Taylor on Unsplash
Photo by Griffin Taylor on Unsplash

Nah, untuk menghindari pengeluaran tambahan, Anda bisa mengubah kebiasaan kecil dengan memulai gaya hidup h emat listrik. Yuk, terapkan beberapa cara dan tips untuk menghemat listrik berikut untuk tagihan nyaman di akhir bulan.

 

  1. Cabut Kabel dari Saklar Jika Tidak Digunakan

Jangan biarkan berbagai peralatan atau kabel terpasang pada saklar saat tidak digunakan meski dalam keadaan mati. Listrik tetap akan mengalir pada kabel tersebut ke peralatan elektronik Anda jika dibiarkan tertancap pada saklar. Jadi, listrik akan terbuang sia-sia dan Anda harus membayar tagihan yang terbuang percuma.

 

  1. Menghemat Pemakaian Lampu

Pastikan Anda sudah mematikan lampu saat meninggalkan ruangan. Langkah hemat listrik yang satu ini memang sudah sering diingatkan namun kerap pula dilupakan. Lampu yang dibiarkan menyala akan tetap menyedot pemakaian listrik secara terus menerus. Cobalah untuk membatasi penggunaan lampu di siang hari untuk pemakaian listrik yang lebih efektif.

 

  1. Pintar dalam Menggunakan Perangkat Elektronik

Beberapa perangkat elektronik rumah tangga membutuhkan daya yang cukup besar untuk bisa berfungsi, seperti kulkas atau mesin cuci. Untuk menghemat listrik, Anda bisa mengurangi penggunaan pengering pada mesin cuci. Manfaatkan panas matahari dan angin untuk mengeringkan pakaian. Selain itu, bersihkan kondesor kulkas secara berkala dan pastikan pintu kulkas selalu tertutup rapat.

 

  1. Tidak Menggunakan AC Secara Berlebihan

Di negara dengan iklim yang cukup panas membuat kita sudah sangat bergantung dengan AC. Namun, tahukah Anda jika ternyata AC bekerja dengan menggunakan listrik lebih banyak dibandingkan perangkat elektronik lainnya? Pilih AC yang hemat energi yang bisa menaikkan suhu atau off secara otomatis saat ruangan ada sedikit orang atau justru tidak ada orang. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi mendinginkan ruangan yang efeknya tidak akan dirasakan oleh siapa-siapa.

 

  1. Gunakan Lampu LED sebagai Penerang Ruangan

Lampu LED (Light Emiting Diode) merupakan alternatif penerangan dengan energi rendah yang bisa Anda gunakan untuk menghemat listrik. Dibandingkan lampu pijar biasa, lampu LED dapat menghemat daya 50-70%. Tidak hanya itu, lampu LED juga punya ketahanan yang cukup menyaingi lampu pijar. Asal Anda gunakan dengan hemat dan pintar, lampu LED pasti akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

 

  1. Pakai Listrik dengan Sistem Pulsa

Penggunaan listrik dengan sistem pulsa bisa membantu Anda menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Listrik pulsa bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang Anda rencanakan selama satu bulan. Jadi, Anda bisa mengontrol pemakaian listrik supaya tidak berlebihan dan membuat Anda lebih hemat memakai listrik.

Saat pulsa listrik habis, otomatis aliran listrik di rumah Anda akan terputus dan mati sehingga untuk mengaktifkannya kembali Anda harus membeli pulsa lagi. Cara ini akan membantu Anda dalam menghitung kebutuhan listrik dan meninjau kembali apa saja sebenarnya yang bisa dikurangi dari pemakaian listrik.

 

  1. Matikan Alat Elektronik saat Tidur

Apakah Anda punya kebiasaan membiarkan televisi menyala saat tidur? Wah, hal ini sangat boros listrik lho. Hindari kebiasaan tidur dengan berbagai perangkat elektronik masih menyala. Mulai dari televisi, lampu, atau gadget yang masih dalam proses pengisian baterai. Selain untuk menghemat listrik, mematikan lampu saat tidur juga akan membantu menenangkan tubuh Anda sehingga bisa beristirahat dengan optimal.

 

  1. Gunakan Setrika dengan Pengatur Panas Otomatis

Walaupun ukurannya kecil, setrika merupakan salah satu perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik cukup besar. Bahkan, lebih besar dari televisi dan perangkat elektronik lainnya lho. Nah, untuk menghemat pemakaian listrik Anda bisa menggunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Setrika ini akan mati dengan sendirinya saat suhu panasnya sudah cukup tinggi. Anda juga bisa menyesuaikan panas yang digunakan dengan bahan pakaian yang disetrika.

 

  1. Pilih Mesin Cuci Sesuai Kebutuhan

Pilihlah kapasitas mesin cuci dengan jumlah pakaian Anda sehari-hari. Memilih kapasitas yang terlalu besar akan berakibat pula pada semakin besarnya daya listrik yang dibutuhkan. Usahakan juga untuk tidak mencuci pakaian melebihi kapasitas mesin cuci karena akan menambah daya listrik.

Itulah tadi sejumlah cara hemat listrik yang bisa mulai Anda terapkan di rumah. Selain menghemat biaya listrik Anda di rumah, hemat dan pintar memakai listrik bisa berguna bagi lingkungan lho. Ayo mulai dari diri sendiri.

Membeli Material Bangunan? Jangan Lupa Pertimbangkan Hal Ini

Membeli Material Bangunan? Jangan Lupa Pertimbangkan Hal Ini

Memiliki kesempatan untuk bisa membangun rumah sendiri tentunya hal yang paling menyenangkan. Saat memutuskan untuk memiliki sebuah rumah, tentunya kita harus menentukan bahan bangunan apa yang akan dipilih serta biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun rumah tersebut. Bahan bangunan yang dipilih ini tentunya harus yang berkualitas terbaik, agar hasilnya juga maksimal.

Photo by LYCS Architecture on Unsplash
Photo by LYCS Architecture on Unsplash

Beberapa bahan atau material untuk membangun rumah sudah tersedia di toko material khusus. Namun terkadang kita merasa bingung karena banyaknya jenis dan merek dari bahan-bahan material bangunan tersebut. Inginnya kita bisa membeli bahan material yang kualitasnya baik dan juga harganya cukup terjangkau. Berikut ini ada 10 hal yang harus diperhatikan ketika membeli bahan bangunan untuk rumah anda:

 

  1. Perhatikan Biaya

Biaya adalah faktor penting yang harus diperhatikan saat kita akan memilih bahan bangunan untuk pembangunan rumah kita. Saat melihat beberapa bahan bangunan, kita akan menyadari bahwa harga bahan bangunan tersebut akan berbeda. Jangan terpaku untuk mencari produk yang murah. Anda harus mempertimbangkan keawetan atau manfaat dari produk yang dipilih. Jangan lupa untuk memilih bahan bangunan yang berkualitas dan dapat digunakan dalam waktu lama agar biaya lebih hemat.

 

  1. Estetika

Estetika identik dengan keindahan dan penampilan. Ketika memilih bahan bangunan, anda juga perlu mempertimbangkan tampilan yang diinginkan. Mungkin konsep rumah yang diinginkan setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka dengan konsep minimalis, ada juga yang suka dengan konsep klasik. Selera orang tentunya berbeda-beda. Pilihlah bahan bangunan dengan menerapkan estetikanya. Lakukan pemilihan secara lebih detail seperti warna, jenis atap, pernak-pernik, dan lain sebagainya.

 

  1. Tempat

Pertimbangkan masalah tempat yang akan dijadikan area pembangunan rumah anda. Perhatikan bagaimana keadaan cuaca di sekitar lokasi tersebut. Apakah lokasinya termasuk lokasi rawan banjir atau malah sebaliknya. Keadaan tempat juga akan berpengaruh terhadap pemilihan bahan material bangunan yang akan digunakan. Carilah persyaratan sebelum anda mulai berbelanja bahan bangunan, seperti menentukan spesifikasi bahan atap yang bagus dan persyaratan lainnya.

 

  1. Daya Tahan

Ada beberapa bangunan yang dapat bertahan lebih lama sedangkan yang lainnya merupakan bahan yang mudah rusak dan tidak tahan lama. Sebaiknya pilih bahan yang tepat untuk bangunan rumah anda. Tepat di sini yaitu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan pastikan kualitasnya tahan lama. Konsultasikan masalah ini dengan ahlinya, agar anda tidak salah memilih bahan bangunan.

 

  1. Pemasok

Berbicara soal pemasok bahan bangunan, tentu akan berkaitan dengan supplier yang tepercaya dan selalu menghadirkan bahan bangunan yang baik. Pilihlah pemasok yang menawarkan jasa angkut bahan bangunan ke lokasi proyek atau pembangunan.

 

  1. Ketersediaan

Masalah waktu tentunya juga perlu diperhatikan, baik saat pembelian bahan, maupun hingga pembangunannya nanti. Waktu pembangunan yang berjalan lama bisa diakibatkan karena tidak adanya ketersediaan bahan bangunan dari supplier tepercaya. Pilihlah toko bangunan yang lengkap dan bisa menyediakan apa yang diperlukan untuk pembangunan sebuah rumah. Jangan memilih toko bangunan yang membuat anda menunggu bahan bangunan yang diperlukan terlalu lama.

 

  1. Instalasi dan Konstruksi

Proses selanjutnya dalam pembangunan rumah adalah tahap instalasi dan konstruksi. Di tahap ini anda mungkin memerlukan tenaga ahli khusus untuk memasang Instalasi yang rumit, perhatikan juga biaya tambahan yang akan dikeluarkan.

 

  1. Prestasi

Prestasi di sini adalah prestasi dalam memilih bahan bangunan yang baik dan berkualitas. Anda pastikan bahwa struktur bangunan yang akan dibuat harus mendukung kekuatan bangunan dan umur bangunannya. Bahan yang dipilih untuk bangunan rumah juga harus yang berkualitas dan tidak mengandung Zat kimia yang berbahaya.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga bangunan agar selalu tampak baik dalam jangka waktu panjang. Bahan bangunan yang berkualitas tinggi, memiliki biaya pemeliharaan yang tidak terlalu mahal.

 

  1. Efisiensi Energi

Jangan lupakan soal prinsip hemat energi dalam membangun rumah, karena rumah yang baik adalah rumah yang selalu hemat energi dan bermanfaat baik bagi penghuni di sekitar lingkungannya. Jika ingin tagihan listrik tidak terlalu membengkak nantinya, sebaiknya kita mulai dengan berhemat energi listrik dari sekarang.  

Membeli bahan bangunan ketika akan membangun sebuah rumah, tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan. Kita harus mengetahui dulu, apakah bahan bangunan yang akan digunakan memiliki kualitas yang baik atau tidak. Pilihlah bahan yang kualitasnya paling baik serta hemat energi. Pada saat pembangunan atau pemasangan, energi yang hemat juga akan berpengaruh pada hematnya pengeluaran listrik nanti.

Seperti Apa Inspirasi Desain Kamar Tidur untuk Lansia?

Tinggal bersama orang lanjut usia (lansia) berarti ada kebutuhan khusus dalam penataan rumah. Salah satu contohnya adalah kamar tidur. Baik dalam kondisi sehat maupun sakit, lansia membutuhkan kondisi tertentu untuk mendapatkan istirahat berkualitas. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan agar para lansia merasa nyaman.

Photo by Francesca Tosolini on Unsplash
  1. Tempat tidur

Ahli fisioterapi Widianing Retnaningsih, menjelaskan, seorang lansia umumnya memiliki struktur tulang belakang yang mudah sekali terpengaruh oleh faktor luar contohnya tempat tidur. “Sebaiknya gunakan tempat tidur yang padat, agar dapat menjaga bentuk struktur tulang belakang supaya tidak makin melengkung akibat tempat tidur terlalu empuk,” ujar Widianing yang berpraktik di RS Pertamedika Sentul kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2015).

Mengenai jenis tempat tidur, Widianing tidak mematok harus busa atau kapuk, asal kepadatannya sesuai. Dia juga memaparkan bahwa kemampuan gerak lansia cenderung melambat seiring bertambahnya usia mereka. Ini turut berpengaruh saat mereka harus bangun dari tempat tidur, seringkali mereka mengalami kesulitan mengangkat bobot tubuh sendiri. Untuk memudahkannya, gunakan tempat tidur dengan tinggi lebih dari 50 cm dari lantai. Sediakan pula ruang gerak yang cukup luas di sekeliling tempat tidur untuk memudahkan mereka bangun.

  1. Penataan kamar

Beberapa orang lansia mengalami kesulitan berjalan akibat gangguan keseimbangan ataupun penyakit tertentu. Widianing menyebutkan ada beberapa alat bantu yang perlu digunakan lansia yaitu tongkat berjalan, tripod walker (tongkat berjalan dengan tiga ujung kaki), walking frame (alat bantu empat kaki), dan kursi roda.

Untuk memudahkan lansia berjalan dengan alat bantu tersebut, pastikan kamar tidur tidak dipenuhi terlalu banyak furnitur dan aksesori. Pintu masuk kamar tidur sebaiknya dibuat selebar 80 cm-90 cm agar mereka mudah melewatinya ketika menggunakan walking frame ataupun kursi roda.

Jangan ada laci atau lemari penyimpanan yang terlalu tinggi untuk dijangkau oleh orang tua lansia. Pastikan semua penyimpanan mudah dijangkau sehingga mereka tidak perlu menaiki kursi untuk mengambil barang di tempat-tempat tinggi. Tempatkan kursi atau sofa tunggal di area-area yang mengharuskan orang tua lansia berdiri dalam waktu lama, contohnya di dekat lemari pakaian.

 

  1. Letak kamar tidur

Widianing menuturkan, seseorang mulai mengalami pengapuran tulang pada usia 40 tahun ke atas. Ini berpengaruh pada kemampuan mereka untuk naik dan turun tangga. “Ketika menaiki tangga, seorang lansia harus mengangkat beban sebesar 150 persen- 200 persen dari bobot mereka sendiri. Ini tentu akan sulit, terutama bagi mereka yang sudah mengalami pengapuran tulang lutut,” jelasnya.

Karena itu sebaiknya kamar seorang lansia tidak berada di lantai dua. Dengan demikian, mereka tidak perlu naik-turun tangga untuk menuju ruang-ruang lain seperti ruang keluarga ataupun dapur. Kamar lansia sebaiknya tidak bersebelahan dengan kamar anak terutama bila anak-anak sering bermain di dalam kamar. Orang lansia memerlukan ketenangan ekstra untuk memenuhi kebutuhan istirahat mereka.

  1. Pelengkap

Di kamar lansia, ada baiknya dipasangkan bel pemanggil dengan tombol yang mudah mereka jangkau dari tempat tidur. Bisa juga dengan menempatkan telepon di sebelah tempat tidur, agar mereka dapat dengan mudah memanggil anggota keluarga lainnya ketika membutuhkan sesuatu.

Sediakan senter atau lampu darurat di dalam laci side table dan pastikan letaknya mudah dijangkau dari tempat tidur. Bila sewaktu-waktu listrik padam, para lansia dapat menggunakan senter atau lampu darurat tersebut sebelum anggota keluarga lainnya menghampiri.

Tips Membangun Rumah di Lahan Miring

Kontur tanah miring umumnya kurang disukai orang. Namun belakangan ini justru menjadi incaran banyak orang untuk membangun rumah tinggal. Alasannya, kontur tanah yang tidak rata akan membuat rumah terlihat lebih unik. Selain itu, ada keuntungan lain jika Anda membeli lahan miring.

Beberapa di antaranya harga tanah yang cenderung lebih murah, mencerminkan jiwa muda, dan selera seni tinggi. Bahkan Anda dapat membuat harga jualnya jadi lebih tinggi jika Anda dapat mengeksekusinya dengan baik.

Photo by R ARCHITECTURE on Unsplash
Photo by R ARCHITECTURE on Unsplash

Meski begitu, membangun rumah pada lahan miring memiliki tantangan tersendiri, proses membangunnya akan lebih sulit dari biasanya. Dan setidaknya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat membangun rumah di lahan miring. Simak tipsnya!

 

  1. Perhatikan kualitas tanah

Kualitas tanah penting diperhatikan jika Anda ingin membangun tempat tinggal di lahan miring. Tanah miring umumnya bertekstur lembek dan tidak stabil. Untuk membangun hunian idealnya Anda harus memilih tekstur tanah yang padat dan liat agar bangunan dapat berdiri kokoh.

 

  1. Tentukan tingkat kemiringan

Perhatikan tingkat kemiringan lahan. Tentukan kemana arah kemiringan lahan akan Anda buat, samping, depan, belakang atau hoek. Perhatikan ketinggian dari kemiringan lahan, posisi jalan dan bangunan di sekitar lahan. Setelah menentukan kemiringan barulah Anda dapat membuat desain rumah.

Akan lebih baik jika Anda mendapat lahan dengan konstruksi bagian depan yang lebih rendah dibanding bagian belakang karena dapat menciptakan konstruksi rumah yang lebih kokoh dan lebih aman.

 

  1. Buat desain Bertingkat

Membangun rumah pada lahan miring mengharuskan Anda memiliki rancangan desain yang tepat. Kebanyakan ahli desain menyarankan agar rumah pada lahan miring dibuat bertingkat. Membuat rumah bertingkat pada lahan miring dapat menghemat biaya pengurukan.

Bila sudut kemiringan tidak besar, perbedaan tinggi permukaan setiap ruang dapat dihubungkan menggunakan tangga landai. Kontur naik turun ataupun tinggi rendahnya ruangan yang telah dibuat dapat memberikan nilai seni tersendiri. Rumah dua lantai pada lahan miring sekaligus dapat memanipulasi model rumah. Anda tak perlu mengubah bagian permukaan lahan secara signifikan. Tampilan depan rumah pun akan lebih unik dan berestetika.

  1. Fondasi yang Kuat

Fondasi rumah pada lahan miring harus menjadi perhatian utama saat pembangunan. Fondasi harus dibuat sekuat mungkin. Untuk hasil maksimal disarankan menggunakan jasa kontraktor profesional dan tukang bangunan berpengalaman.

Perhatikan juga kedalaman fondasi. Sangat disarankan untuk menggunakan fondasi tiang pancang guna menopang bangunan yang kokoh dan kuat. Jika fondasi sudah ada, Anda dapat mulai membangun rumah seperti biasa.

Itulah beberapa tips untuk membangun rumah di lahan miring. Anda juga bisa mencari tips lainnya dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Tips Membangun Rumah agar Lebih Hemat

Membangun rumah memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan tak jarang menguras kantong pemiliknya. Bagi beberapa orang yang memang memiliki dana lebih, tentu akan lebih mudah untuk mendapatkan desain hingga membangun hunian yang diinginkan. Akan tetapi, bagi beberapa orang dengan dana pas-pasan pasti berpikir ulang untuk mendapatkan desain hunian yang diinginkan.

Salah satu cara untuk dapat menghemat biaya pembangunan rumah ialah menggunakan jasa desain, sehingga diperoleh nilai rencana anggaran biaya. Ini akan membantu Anda dalam membelanjakan keuangan untuk pembangunan rumah.

contoh cafe
Photo by LYCS Architecture on Unsplash
  1. Buat perencanaan pembangunan rumah

Rencanakan rumah dengan matang, mulai dari menentukan luas bangunan yang akan dibuat, jumlah lantai dan jumlah ruang yang dibutuhkan, hingga perhitungan rencana anggaran biaya. Untuk merencanakan hal tersebut sebaiknya menggunakan jasa professional seperti jasa desain dari konsultan arsitektur.

Keuntungan menggunakan jasa arsitek yaitu pembangunan atau renovasi rumah, selain akan menghindarkan pemilik dari kesalahan desain, juga dapat membuat rumah berfungsi dengan benar. Dengan demikian tidak ada ruang yang terbuang percuma.

Memakai jasa konsultan juga mempermudah perkiraan biaya dari awal. Memperkirakan biaya sulit dilakukan orang biasa, sehingga ujung-ujungnya biaya yang dikeluarkan membengkak.

  1. Gunakan desain style minimalis

Memilih desain rumah yang fungsionalis dan simple merupakan salah satu upaya menghemat dana. Desain rumah style minimalis semakin diminati, karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan bahan bangunan, namun memiliki tampilan yang modern.  

  1. Gunakan desain style minimalis

Memilih desain rumah yang fungsionalis dan simple merupakan salah satu upaya menghemat dana. Desain rumah style minimalis semakin diminati, karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan bahan bangunan, namun memiliki tampilan yang modern.  

Rumah dengan style minimalis ini memiliki karakter yang menggusung kesederhanaan baik dalam bentuk dan fungsi, desain ruang dalam yang dibuat open plan, serta detail dekorasi yang sederhana. Dengan kata lain, semakin sedikit detail yang coba ditunjukkan, semakin hemat juga biaya serta waktu yang dibutuhkan.

  1. Tentukan bentuk bangunan

Bentuk bangunan dengan kesulitan yang tinggi tentu akan mengeluarkan biaya yang besar pula. Apabila bentuk rumah menggunakan bentuk yang lazim digunakan seperti persegi, maupun persegi panjang akan menghabiskan biaya dan waktu yang lebih singkat dibandingkan bantuk rumah melengkung ataupun bersudut lancip.

Rumah dengan bentuk melengkung maupun bersudut lancip sangat tidak efisien, selain sulit membuat bentuk yang sempurna, juga membuat banyak ruang terbuang, karena susah menentukan fungsi yang sesuai.

  1. Melakukan survey harga bahan

Survey harga bahan merupakan hal yang wajib dilakukan ketika ingin membuat hunian yang lebih hemat. Ketika mengetahui harga, pengguna dapat membandingkan harga dan kualitas bahan sesuai budget yang dimiliki.

  1. Memilih tukang bangunan dengan selektif

Pentingnya peran tukang dalam pengadaan sebuah bangunan, membuat biaya untuk membayar jasanya menyita bagian yang cukup besar dalam anggaran yang disiapkan. Oleh sebab itu, penting adanya untuk selektif dalam memilih tukang.

Pilihlah tukang yang benar-benar ahli di bidangnya dan memiliki reputasi kerja yang baik. Hal ini berhubungan dengan baik tidaknya kinerja tukang yang berpengaruh pada efisiensi proses pembangunan rumah.

  1. Membangun secara bertahap

Menabung untuk rumah akan memerlukan waktu yang sangat lama, pada dasarnya menunggu sampai dana mencukupi keseluruhan bagian dari pembangunan tersebut tidak harus dilakukan. Pembangunan rumah bisa dilakukan secara bertahap. Mulai dari pembuatan pondasi, pendirian bangunan, hingga pemasangan atap dilakukan dan disesuaikan dengan budget yang ada. Memang hal ini bisa memakan waktu lebih lama, namun dana yang dikeluarkan dapat lebih teratur dan mudah dipantau.

  1. Gunakan bahan bangunan lokal

Penggunaan bahan lokal akan membantu menghemat anggaran pembangunan. Bahan lokal seperti kayu, bamboo, atau batu alam merupakan bahan yang memiliki beragam harga tergantung pada jenisnya, namun bahan lokal tersebut lebih mudah ditemukan di daerah setempat sehingga akhirnya akan menjadi lebih murah. Dibandingkan dengan menggunakan bahan import yang juga dikenakan biaya pengiriman, sehingga jatuhnya akan lebih mahal.

  1. Membuat ruangan multifungsi

Untuk menghematnya, buatlah ruangan multifungsi. Misalnya ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga, atau dapur yang disatupadukan dengan ruang makan. Selain itu rumah yang minim sekat akan jauh lebih murah, sehingga untuk ruang yang digunakan bersama seperti ruang tamu, ruang keluar, dan ruang makan bisa dibuat menyatu tanpa sekat pembatas.

Rumah yang memiliki banyak ruangan yang terpisah-pisah oleh sekat berupa dinding massif, cenderung memakan biaya lebih mahal, karena membutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak. 

  1. Membiarkan dinding tanpa finishing

Tips untuk menghemat biaya pembangunan lainnya yaitu dengan mengakali finishing baik pada eksterior maupun interiornya. Finishing dinding yang biasanya melalui proses di dempul lalu di cat dapat dipersingkat dengan menggunakan finishing semen poles.

Semen poles yang merupakan gaya industrial yang sedang menjadi tren saat ini wajib dicoba. Selain itu membiarkan dinding dengan batu bata yang tidak disemen adalah gaya rustic yang juga sedang populer.

  1. Menggunakan atap baja ringan

Salah satunya cara untuk mengakali harga material bangunan yang mahal adalah dengan menggunakan beton cor dan sedikit kayu sebagai konstruksi atap. Namun, cara ini menambah beban bangunan serta pondasi. Solusi untuk hal ini adalah dengan menggunakan baja ringan. Walaupun biayanya sedikit lebih mahal, bangunan dan pondasi tidak akan terlalu terbebani. Cara pemasangannya yang praktis juga akan menghemat waktu yang berarti biaya pekerja bangunan pun akan berkurang.