Tips & Panduan

Pondasi Cakar Ayam vs Pondasi Batu Kali, Kapan Pakai yang Mana?

Dista Arum7 menit baca
Pondasi Cakar Ayam vs Pondasi Batu Kali, Kapan Pakai yang Mana?

Kalau sedang merencanakan rumah, biasanya kita lebih banyak memikirkan tampilan fasad, jumlah kamar, atau model atap. Padahal, ada bagian yang justru sangat penting meskipun nantinya tidak terlihat, yaitu pondasi.

Pemilihan pondasi rumah tidak bisa disamakan untuk setiap bangunan. Jenis pondasi yang digunakan perlu menyesuaikan kondisi tanah, beban bangunan, dan desain rumah. Dua jenis yang cukup sering digunakan adalah pondasi cakar ayam dan pondasi batu kali.

Lalu, apa bedanya dan kapan sebaiknya menggunakan masing-masing pondasi?

Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam sebenarnya merupakan istilah yang cukup populer untuk menyebut pondasi tapak beton bertulang. Bentuknya melebar pada bagian bawah kolom, sehingga beban dari kolom dapat diteruskan ke tanah melalui area yang lebih luas.

Jenis pondasi ini banyak digunakan pada rumah bertingkat atau bangunan yang memiliki beban cukup besar. Ukuran pondasi dan jumlah tulangannya tentu tidak bisa dibuat asal, karena perlu disesuaikan dengan perhitungan struktur bangunan.

Jadi, kalau rumah direncanakan memiliki dua lantai, misalnya, bukan berarti otomatis harus memakai pondasi cakar ayam. Kondisi tanah dan beban bangunannya tetap perlu diperhitungkan.

Pondasi Batu Kali

Berbeda dengan pondasi cakar ayam, pondasi batu kali biasanya berbentuk memanjang mengikuti dinding. Pondasi ini dibuat menggunakan susunan batu kali dan campuran mortar sebagai pengikatnya.

Pondasi batu kali banyak dijumpai pada rumah satu lantai, terutama untuk menopang dinding. Pengerjaannya relatif sederhana dan materialnya juga cukup mudah ditemukan.

Meski begitu, pondasi batu kali bukan berarti bisa digunakan pada semua rumah satu lantai. Kalau kondisi tanah kurang baik atau terdapat beban tertentu pada bangunan, jenis pondasi lain mungkin lebih sesuai.

Jadi, Pilih yang Mana?

Sederhananya, pondasi batu kali lebih sering digunakan sebagai pondasi menerus untuk dinding, sedangkan pondasi cakar ayam digunakan pada titik-titik kolom untuk meneruskan beban bangunan ke tanah.

Namun, menentukan pondasi rumah sebaiknya tidak hanya berdasarkan apakah rumah tersebut satu atau dua lantai. Kondisi tanah, beban bangunan, ukuran kolom, dan hasil perhitungan struktur juga ikut menentukan.

Karena itu, sebelum menentukan antara pondasi cakar ayam atau pondasi batu kali, sebaiknya struktur rumah direncanakan terlebih dahulu. Jangan sampai memilih pondasi hanya karena terlihat lebih kuat atau lebih murah, padahal belum tentu sesuai dengan kondisi bangunannya.

Pada akhirnya, pondasi yang baik bukan soal mana yang paling kuat, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan dan kondisi tanahnya.

Sumber gambar : Pinterest

Butuh Konsultasi Arsitektur?

Tim Jogja Arsitek siap membantu mewujudkan rumah impian Anda. Konsultasi gratis melalui WhatsApp.

Konsultasi Gratis