Inovasi Teknologi Industri di Desain Arsitektur

Mau Tahu Inovasi Teknologi Industri di Desain Arsitektur? Simak Dulu Yuk

Arsitektur merupakan sebuah seni dan hasil pemikiran para arsitek dengan visualisasi yang luar biasa. Semakin berkembang ilmu dan teknologi, kini arsitektur juga semakin berkembang dan menghasilkan karya yang lebih estetik.

Bahkan, yang awalnya dirasa tidak mungkin, kemungkinan akan menjadi mungkin dengan adanya bantuan teknologi. Sebagai contoh, kemungkinan besar dalam beberapa tahun kedepan, rekor menara tertinggi di dunia tidak lagi dipegang oleh Burj Khalifa (828 meter) melainkan oleh Jeddah Tower di Saudi Arabia.

Dikutip dari properti.kompas.com menyebutkan bahwa proyek tersebut akan menjadi terobosan terbesar dalam dunia arsitektur. Mengapa demikian? Karena bangunan ini digadang-gadang akan menjadi tempat obsevatorium tertinggi dunia dengan balkon outdoor berdiameter 98 kak.

Photo by Danist Soh on Unsplash
Photo by Danist Soh on Unsplash

Melalui imajinasi tersebut, para arsitek dituntut untk memiliki kemampuan yang handal untuk bisa mengintegrasikan inovasi teknologi. Kolaborasi dengan dunia digital bisa menjadi salah satu metode alternatif dalam menciptakan teknologi-teknologi maupun inovasi terbaru industri arsitektur.

Di zaman modern seperti sekarang ini pasti tidak lepas dari dunia digital. Nah, apa saja inovasi teknologi dalam bidang arsitektur? Simak dulu yuk ulasan berikut ini :

  1. Virtual Reality

Vistual reality ialah suatu teknologi inovasi yang mampu membuat penggunakan dapat berinteraksi langsung dengan ligkungan yang disimulasikan melalui komputer. 

Teknologi inilah yang nantinya menjadi teknologi andalan dalam merancang sebuah bangunan. Teknologi VR juga dapat digunakan untuk membuat presentasi kerangka desain, membuat mock up, kolaborasi proyek antar stakeholder serta finalisasi desain bangunan. 

Melalui keunggulan teknologi yang ditawarkan, program ini akan dapat mempercepat kinerja para arsitek. Sebut saja dalam mengerjakan render beberapa desain, misalnya dalam tata letak pencahayaan, mereka bisa mengerjakannya secara real time. 

Kondisi ini tentu berbeda dengan teknologi komputer 3D yang terkadang memakan waktu lebih lama.

  1. Inovasi Material Berbahan Yang Bersifat Berkelanjutan

Proyek konstruksi juga harus memperhatikan kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Oleh sebab itu, perlu bahan-bahan atau material yang bersifat berkelanjutan (sustainable). 

Aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan perlu diutamakan. Kedepannya dalam membangun rumah hendaknya menggunakan material yang ramah lingkungan. 

Di samping itu, harapannya di masa depan gedung pencakar langit harus memiliki sistem mendaur ulang limbah yang dihasilkan, menampung air hujan dan lain sebagainya.

Inovasi lainnya yang bisa mempengaruhi wajah industri arsitektur ialah teknologi BIM (building information modeling), simulasi digital dengan zonasi 3D juga solusi pencetakan dengan kolaborasi digital.

Itulah beberapa teknologi inovasi dalam industri arsitektur. Berbagai teknologi lainnya tentunya akan selalu berkembang mengikuti zaman guna mempermudah arsitek dan engineer dalam mendesain suatu bangunan.