<strong>Tips Menentukan Lahan </strong><strong>u</strong><strong>ntuk Pembangunan Rumah</strong>

Tips Menentukan Lahan untuk Pembangunan Rumah

Bagi Anda yang memiliki lahan kosong, pasti sangat ingin membangun rumah sendiri dari nol daripada membeli rumah jadi. Anda akan merasa lebih puas ketika membangun rumah sendiri dengan dibantu oleh para arsitek dan tenaga ahli, sehingga rumah akan sesuai dengan keinginan serta impian Anda.

Bukan hanya lokasi yang strategis, lahan yang akan digunakan untuk mendirikan bangunan juga perlu memiliki kejelasan dalam berbagai hal. Beberapa orang mungkin tidak terlalu memperhatikan detail mengenai lokasi untuk pembangunan rumah. Akan tetapi, lokasi dan jenis lahan berperan besar dalam mendirikan bangunan, sehingga diperoleh bangunan yang kuat dan cocok dengan karakter lahnnya.

artikel jogja arsitek
Photo by Ярослав Алексеенко on Unsplash

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika memilih jenis lahan untuk pembangunan.

  • Legalitas Lahan

Penting untuk diperhatikan yakni memastikan lahan sudah memiliki bukti legalitas, berupa sertifikat kepemilikan lahan, Surat Tanda Terima Setoran Pajak Bumi dan Bangunan (STTS PBB), dan lain sebagainya, agar segala bentuk administrasi dapat terselesaikan dengan mudah.

  • Akses Jalan

Kebutuhan penting dalam perumahan ialah akses jalan. Akses jalan yang mudah dapat tentunya mempermudah segala bentuk aktivitas penghuni rumah.

  • Kondisi Lingkungan Sekitar

Perlu dipastikan kondisi lingkungan sekitar. Jangan sampai membangun rumah di kawasan yang rawan banjir dan permasalahan lingkungan lainnya.

  • Arah Mata Angin

Bagi Anda yang menginginkan rumah yang sejuk, segar dan mendapat sinar matahari cukup perlu penentuan arah mata angin dengan benar.

  • Akses Listrik, Internet, Air dan Telepon

Ini adalah hal penting untuk dianalisis. Kondisi lahan yang jauh dari sumber listrik, air, internet dan telepon akan sangat menyulitkan penghuni rumah, apalagi di kondisi pandemi seperti sekarang.

  • Jenis Tanah dan Daya Pendukungnya

Meskipun Anda memiliki lahan tidur luas, banyak, tempat strategis, akses mudah, namun jika jenis tanahnya tidak memiliki daya dukung sama saja itu tidak dapat didirikan bangunan. Oleh sebab itu pilihlah lahan dengan jenis tanah kering biasa sehingga lebih mudah untuk dibangun.

  • Kemiringan Lahan

Bagi Anda yang memiliki modal cukup banyak, membangun rumah di lahan miring bukan hal yang rumit, justru akan menghasilkan nilai estetika tersendiri. Namun, pada umumnya rumah akan mudah dibangun pada tanah yang datar.

  • Saluran Pembuangan

Bila lahan tidak memiliki saluran pembuangan justru akan membuat Anda menghabiskan banyak uang hanya untuk membuat saluruan pembuangan.

  • Peraturan Daerah Setempat

Hal ini akan berkaitan dengan regulasi pemerintah daerah setempat, karena tidak semua lahan bisa dibangun.

  • Tingkat Keamanan dan Keramaian

Memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman adalah dambaan setiap orang. Untuk itu perlu diperhatikan kondisi keamanan setempat. Bagi Anda yang tidak menyukai kebisingan, perlu dipilih lokasi lahan yang jauh dari keramaian dan sumber kebisingan.

Selain beberapa pertimbangan tersebut, ketika akan menentukan lokasi pendirian bangunan lebih baik didiskusikan dengan seluruh anggota keluarga terlebih dahulu. Tujuannya agar semua merasa nyaman dan menikmati ketika menghuni rumah pada lokasi tersebut. Anda juga bisa mencari berbagai referensi lain dari internet atau kenalan Anda yang memang berpengalaman dalam bidangnya.

Pengertian Desain Arsitektur Rustic

Pengertian Desain Arsitektur Rustic

Desain Rustic Dalam Arsitektur

Literatur

> Cyril M Harris

Dalam buku kamus arsitekturnya menjelaskan sebagai berikut:

Capture

> Google Translate

Bila diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia rustic diartikan oleh google menjadi: pedesaan, kasar, sederhana, pedusunan, dll. Banyak lagi, di wikipedia juga ada beberapa, cuma lebih luas, tidak spesifik untuk arsitektur. Misalkan anda mempunyai literatur lain yang dapat ditambahkan pada tulisan ini silakan di share.

Pengertian Bebas (IMHO)

Rustic bisa diartikan sebagai ‘natural’ atau mungkin lebih tepat adalah ‘kasar’, dibiarkan atau ditampilkan apa adanya dan bisa saja malah diperkuat penampilan aslinya tersebut. Bisa dengan efek finishing atau dengan desain arsitektur yang memang sengaja memberikan porsi yang besar bagi penampilan dan peletakan material rustic ini.

01

Aplikasi Rustic Pada Arsitektur

Dalam arsitektur misalnya penyelesaian (finishing) material yang tetap dibiarkan kasar, lubang atau pori-pori dibiarkan tidak didempul, dilapis natural boleh tetapi bukan ditambal. Serat-serat, urat-urat, guratan, butiran, bentukan-bentukan yang tidak beraturan tetap dijaga keasliannya. Untuk rumah tinggal salah satu contohnya adalah kusen atau furnitur kayu yang menggunakan finishing natural, dimana urat dan serat kayu menjadi terlihat bebas.

02

Sederhananya kalau dilihat sekilas kita bisa tahu itu material aslinya apa dan tidak banyak perubahannya. Tidak ditutup cat, pelapis,coating, ini itu dll. (batu tempel / templek). Aplikasi arsitektur diatas juga sama untuk interior, bila diperlakukan sama maka kita bisa sebut interior bergaya rustic (silakan dikoreksi bila perlu diperbaiki).

Saya juga menyukai rustic, jangan salah, sebuah rumah desain super minimalis yang dipadankan dengan kusen rustic bisa sangat berhasil nuansanya. Material rustic bisa menghilangkan kesan dingin pada desain minimalis, dia boleh kosong tetapi tidak dingin, jadi tetap enak dipandang dan nyaman ditinggali.

03

Sumber Tulisan : Arginuring Arsitek

Tips Pintar Mengubah Ruangan Agar Biaya Design Interiornya Lebih Murah

Tips Pintar Mengubah Ruangan Agar Biaya Design Interiornya Lebih Murah

Untuk bisa merombak dan mengubah penampilan sebuah ruangan yang ada di dalam rumah, memang diperlukan perhitungan yang matang akan paket desain interior rumah yang sesuai dengan budget yang dimiliki, sehingga Anda masih tetap bisa memiliki ruangan yang diinginkan dan juga dengan tema yang Anda pilih. Satu kunci yang wajib Anda tahu dalam merubah interior sebuah ruangan ini adalah ukuran dari tempat tersebut, selanjutnya silakan Anda simak ulasan berikut ini.

Pemilihan warna cat
Jika Anda mempunyai ruang kecil, maka pilihlah warna cat dengan warna netral atau pun warna yang kalem, sehingga ruangan yang ada di dalam rumah tampak lebih besar dan luas. Cat dengan warna netral yang bisa Anda gunakan seperti abu-abu, putih, dan krem. Warna ini memiliki harga jual yang jauh lebih murah bila dibandingkan dengan warna cat yang berwarna.

Pakai cermin untuk berikan cahaya tambahan
Dibandngkan Anda harus membeli sebuah lukisan atau pun barang-barang dekoratif dinding dengan harga yang terbilang mahal, kenapa tidak mempertimbangkan interior design murah. Tambahkan saja cermin yang memiliki ukuran lebih besar didinding, untuk berikan kesan panjang di ruangan serta memberikan pantulan cahaya, sehingga Anda pun tidak perlu membeli lampu hias yang mahal sebagai penerang.

Hiasi ruangan dengan tanaman
Daripada Anda harus membeli patung atau hiasang lain dengan harga yang pastinya tidak murah, Anda dapat menambahkan tanaman hijau disudut-sudut ruangan, sehingga hal ini akan memberikan kesan yang asri dan segar di ruangan. Begitu juga untuk desain interior apartemen murah, tanaman ini juga dapat menyerap polusi serta memberikan udara segar sebagai sirkulasi udara.

Pakai karpet sebagai hiasan
Penghematan biaya tak hanya dilakukan di dalam rumah minimalis saja, tapi perhitungan biaya design interior apartemen juga wajib dipertimbangkan, sehingga mampu menghemat biaya sewa. Rumah maupun apartemen juga harus diberikan hiasan yang cantik dan indah, sehingga penghuninya akan merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama di dalamnya. Jika lantai terasa kosong, pecah, atau pun retak, maka Anda tak harus mengganti lantai tersebut, cukup dengan merombaknya dengan yang baru, silakan tutupi bagian lantai ini dengan karpet, sehingga berikan kesan mewah pada ruangan dalam rumah Anda.

Demikianlah tadi tips pintar mengubah ruangan agar biaya design interior lebih murah yang bisa kami informasikan, semoga bermanfaat.

Sumber tulisan : http://www.godean.web.id/

Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung

Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung

Pada SNI Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung SNI-2847-2013 pada point 1.2 menegaskan tentang dokumen kontrak, Dokumen kontrak untuk semua beton konstruksi harus membuat stempel insinyur profesional yang memiliki sertifikat, dan dokumen kontrak juga harus menunjukan

  1. Nama dan tanggal penerbitan tata cara dan kelengkapanya dimana desain harus memenuhinya.
  2. Beban-bebean seperti beban angin, beban hidup, beban mati, dan beban lainya sesuai yang di gunakan dalam desain.
  3. Kekuatan tekan beton yang di tetapkan pada umur yang dinyatakan, atau tahap konstruksi untuk setiap bagian struktur yang di desain.
  4. Kekuatan atau mutu tulangan beton sesuai yang di tetapkan.
  5. Ukuran dan lokasi semua elemen struktur dan tulangan.
  6. Tulangan untuk tipe, ukuran, lokasi, dan pemasangan angkur, dan kualifikasi untuk alat pemasangan angkur pasca pasang seperti yang disyaratkan.
  7. Ketentuan untuk perubahan dimensi yang diakibatkan dari rangkak, dan suhu.
  8. Besar dan lokasi gaya prategang.
  9. Panjang pengukuran tulangan dan lokasi dan panjang sambungan lewatan.
  10. Tipe dan lokasi sambungan lewatan tulangan mekanik atau las.
  11. Detail dan lokasi semua joint kontraksi atau isolasi (pemisah) yang ditetapkan untuk beton polos struktural dalam Pasal 22
  12. Kekuatan tekan beton minimum pada saat pasca penarikan.
  13. Urutan penegangan untuk tendon pasca tarik.
  14. Pernyataan jika slab di atas tanah didesain sebagai diafragma struktural

Nah itu 14 point yang harus ada dalam dokumen kontrak untuk konstruksi beton struktural sesuai dengan SNI 2847 2013.

Tips Presentasi Untuk Arsitek oleh Rio Hamdani

Tips Presentasi Untuk Arsitek oleh Rio Hamdani

Profesi arsitek selalu terkait presentasi. Semuanya bermula dari studio arsitektur di kampus, dimana pengerjaan satu semester harus diringkas menjadi tepat 10 menit untuk mendapatkan atensi dalam memahami proyek Anda, dan kemudian berlanjut ke kehidupan sebagai seorang profesional yang menjadikan presentasi tersebut sebagai alat utama berkomunikasi dengan rekan kerja, klien, juri atau dengan arsitek lain.

Presentasi yang baik harus bisa mendapatkan persetujuan bagi proyek Anda, atau mendapat masukan tentang sebuah perbaikan jika rencana yang Anda kemukakan tidak benar. Sebagai contoh, jika dibandingkan, maka presentasi ke klien berbeda dengan presentasi untuk sekelompok arsitek, bahkan jika kebutuhan cara mengkomunikasikan proyek Anda tersebut adalah sama.

Biasanya saya harus memberikan beberapa presentasi tiap bulannya. Saya selalu berusaha agar presentasi tersebut layak dan tidak membuang-buang waktu orang lain. Kemudian sebuah bantuan datang dari Garr Reynolds dengan “Zen Presentasi” nya dimana saya mendapatkan beberapa poin penting yang akan saya bagikan kepada Anda tentang cara membuat presentasi yang baik, disesuaikan dengan profesi sebagai arsitek.

1 Kenali pendengar Anda 
Saya fikir ini adalah bagian yang paling krusial. Bisa dikatakan, Anda butuh cara apapun agar berhasil berkomunikasi. Dalam rangka menyampaikan pesan dari Anda, diperlukan penyajian presentasi yang disesuaikan kondisi pendengar, agar mudah dipahami. Dalam arsitektur, ada beberapa istilah dan konsep yang mudah dipahami seorang arsitek tetapi klien atau khalayak umum mungkin tidak mengerti. Seringkali kita menemukan kata-kata yang bisa disalah artikan dan menyesatkan pendengar kita, seperti kata ‘program’, ‘urban fabric’, dll.

2 Jadikan Sederhana
Seperti yang kita lakukan dengan proyek-proyek kita maka presentasi juga harus sederhana. Kita harus menghapus segala sesuatu yang tidak perlu. Anggap materi presentasi sebagai sebuah bangunan yang semua elemennya ada di sana karena sebuah alasan jelas. Hal ini tentu cukup sulit mengingat seorang arsitek harus mampu menyajikan hingga mencapai hal-hal penting. Sebagai latihan Garr menyarankan agar Anda menguraikan tiga hal yang ingin didengar oleh pendengar Anda dalam sebuah presentasi. “simpel lebih baik”.

3 Relevansi 
Ini terkait dengan poin sebelumnya. Tempatkan diri Anda pada posisi audiens dan ajukan pertanyaan “lantas bagaimana?”. Anda mungkin memiliki beberapa cerita menarik atau konsep yang akan diceritakan ke pendengar, tetapi jika mereka tidak berinteraksi dan berkomunikasi dengan Anda – semua akan sia-sia.

4 Struktur / Bagan 

Mulailah dengan pondasi, kemudian ikuti dengan struktur, lantas pindah ke pembungkus bangunan dan interior. Ini adalah proses yang jelas yang sudah Anda ketahui pada sebuah bangunan. Jadi, lakukan hal yang sama untuk presentasi Anda.

Hal ini akan membuat audiens mengikuti dan fokus pada presentasi Anda. Ketika saya harus membuat presentasi dengan durasi yang cukup lama, saya selalu memulainya seperti sebuah indeks, dimana ketika presentasi bergerak maju maka saya selalu mengingatkan audiens di mana posisi presentasi, karenanya mereka dapat mengikuti presentasi dan tetap fokus, serta memahami poin apa yang akan datang berikutnya.

5 Mendongeng 

‘Saya ingat bahwa Frank Lloyd Wright merancang rumah Fallingwater hanya 2 jam sebelum pertemuannya dengan Kaufmann, semuanya terjadi saat duduk di meja gambar.

Seperti yang Anda lihat, cerita diatas akan menarik bagi seorang arsitek, dan Anda akan langsung mengerti maksud dari cerita tersebut. Cerita dapat menghubungkan Anda dengan audiens Anda, dan melibatkan mereka.

Anda dapat berpikir tentang proyek Anda sebagai sebuah cerita, dan mengembangkan seluruh materi presentasi seolah-olah Anda adalah seorang pendongeng. Hanya perlu diingat ,cerita yang tidak relevan dapat berbahaya daripada membantu.

6 Percaya Diri
Bahkan setelah melakukan ratusan presentasi, saya masih gugup sebelum melakukannya. Jika Andaterlihat gugup maka audiens cenderung untuk melihat kegugupan itu daripada fokus pada proyek yang dipresentasikan.

Saran terbaik mengatasi rasa gugup adalah berlatih, berlatih dan berlatih. Jika Anda selalu belajar dan menganalisa pengalaman presentasi ebelumnya maka ke depan presentasi akan mengalir secara alami, dan akan membuat Anda siap untuk hal tak terduga saat presentasi.

Sumber Tulisan : http://riohamdani.com/

Interior Kantor Bergaya Tradisional

Interior Kantor Bergaya Tradisional

Interior Kantor bergaya tradisional saat ini sudah menjadi barang trend di setiap perusahaan baik itu kalangan pribadi, menengah, hingga ke perusahaan besar sekalipun. Dari mulai perabot kantor, seperti meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya, di gunakan untuk kegiatan kerja yang memiliki kesan tradisional. Bagi Anda yang belum mencobanya, berikut beberapa informasi yang bisa Anda gunakan untuk menambah kesan tradisional yang akan menampilkan kesan tradisi, sehingga pekerjaan Anda akan lebih natural, alami, damai, dan berkesan tentunya.

  • Konsep tradisional dalam interior kantor

Konsep ini dibuat oleh orang-orang yang memiliki karakter cinta terhadap daerahnya masing-masing. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki banyak ciri khas yang berbeda tetapi sama-sama memiliki sejarah akar budaya yang mengakar disetiap insan manusianya itu sendiri. Alhasil, kandungan rasa cinta akan adat istiadat menimbulkan semangat dalam perjuangan yang sedang Anda laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena logikanya, sebuah adat bisa timbul serta melekat di setiap daerah merupakan sebuah hasil karya para leluhur kita untuk melakukan upaya kebaikan para keturunannya.

Konsep ini dilakukan dan diberikan sentuhan kepada kantor ternyata menjadi sebuah trend yang sangat abadi, karena beberapa orang yang sudah menggunakan konsep tradisional untuk kantornya, sangat sulit untuk pindah karakter desain interior ke nuansa yang lain. Oleh sebab itu, gaya tradisional bisa coba digunakan pada kantor Anda, baik kantor pribadi maupun kantor perusahaan.

Keunggulan interior kantor yang bergaya tradisional adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan sebuah kesan kecintaan terhadap budayanya sendiri, sehingga penghormatan serta penghargaan akan selalu timbul setiap saat untuk menjaga kredibilitas pribadi akan budaya yang sudah melekat pada dirinya.
  2. Gaya tradisional merupakan gaya klasik yang sampai kapan pun akan sulit hilang, dan menjadi lebih menampilkankarakter seni budaya Indonesia.
  3. Desain interior untuk kantor yang menggunakan gaya tradisional akan mengeluarkan biaya tidak sebesar desain interior yang bergaya nuansa lain, seperti nuansa Eropa, Klasik, dan lain sebagainya.
  4. Akan membantu semangat dorongan secara alam bawah sadar, dari setiap kegiatan Anda bekerja di kantor
  5. Mudah didapatkan oleh setiap desainer interior dalam mencari inspirasi dan menuangkanya dalam perancangan dan pelaksanaan.
  6. Bahan baku dan pengolahannya lebih mudah
  7. Nilai spiritualnya akan lebih terasa dalam kehidupan sehari-hari Anda ketika beraktifitas dalam ruangan kantor yang bergaya tradisional.

Demikian informasi di atas mengenai interior kantor tradisional menjadi sebuah tradisi yang abadi untuk masyarakat Indonesia. Karena Anda akan merasakannya sendiri hasil dari sebuah dukungan perancangan serta pelaksanaan yang dilakukan desainer berpengalaman untuk interior kantor Anda. akan sangat terlihat dan terasa dari mulai perabot kantor, seperti meja, kursi, lemari dokumen, dan lain sebagainya, memiliki nuansa tradisional. Apalagi di bantu dengan backdrop yang pas dibuat mendesain berbagai macam ukiran dan lainnya. Semuanya akan menghasilkan kesan tradisi yang akan mengalami keabadian selamanya dan secara otomatis akan berpengaruh besar terhadap psikologi keadaan Anda disaat berada diruangan tersebut. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat dan dapat membantu Anda menambah referensi tentang desain interior pada ruangan kantor.

Sumber Tulisan : http://ahzainterior.com/1855-2/