Pengertian Desain Arsitektur Rustic

Pengertian Desain Arsitektur Rustic

Desain Rustic Dalam Arsitektur

Literatur

> Cyril M Harris

Dalam buku kamus arsitekturnya menjelaskan sebagai berikut:

Capture

> Google Translate

Bila diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia rustic diartikan oleh google menjadi: pedesaan, kasar, sederhana, pedusunan, dll. Banyak lagi, di wikipedia juga ada beberapa, cuma lebih luas, tidak spesifik untuk arsitektur. Misalkan anda mempunyai literatur lain yang dapat ditambahkan pada tulisan ini silakan di share.

Pengertian Bebas (IMHO)

Rustic bisa diartikan sebagai ‘natural’ atau mungkin lebih tepat adalah ‘kasar’, dibiarkan atau ditampilkan apa adanya dan bisa saja malah diperkuat penampilan aslinya tersebut. Bisa dengan efek finishing atau dengan desain arsitektur yang memang sengaja memberikan porsi yang besar bagi penampilan dan peletakan material rustic ini.

01

Aplikasi Rustic Pada Arsitektur

Dalam arsitektur misalnya penyelesaian (finishing) material yang tetap dibiarkan kasar, lubang atau pori-pori dibiarkan tidak didempul, dilapis natural boleh tetapi bukan ditambal. Serat-serat, urat-urat, guratan, butiran, bentukan-bentukan yang tidak beraturan tetap dijaga keasliannya. Untuk rumah tinggal salah satu contohnya adalah kusen atau furnitur kayu yang menggunakan finishing natural, dimana urat dan serat kayu menjadi terlihat bebas.

02

Sederhananya kalau dilihat sekilas kita bisa tahu itu material aslinya apa dan tidak banyak perubahannya. Tidak ditutup cat, pelapis,coating, ini itu dll. (batu tempel / templek). Aplikasi arsitektur diatas juga sama untuk interior, bila diperlakukan sama maka kita bisa sebut interior bergaya rustic (silakan dikoreksi bila perlu diperbaiki).

Saya juga menyukai rustic, jangan salah, sebuah rumah desain super minimalis yang dipadankan dengan kusen rustic bisa sangat berhasil nuansanya. Material rustic bisa menghilangkan kesan dingin pada desain minimalis, dia boleh kosong tetapi tidak dingin, jadi tetap enak dipandang dan nyaman ditinggali.

03

Sumber Tulisan : Arginuring Arsitek

Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung

Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung

Pada SNI Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung SNI-2847-2013 pada point 1.2 menegaskan tentang dokumen kontrak, Dokumen kontrak untuk semua beton konstruksi harus membuat stempel insinyur profesional yang memiliki sertifikat, dan dokumen kontrak juga harus menunjukan

  1. Nama dan tanggal penerbitan tata cara dan kelengkapanya dimana desain harus memenuhinya.
  2. Beban-bebean seperti beban angin, beban hidup, beban mati, dan beban lainya sesuai yang di gunakan dalam desain.
  3. Kekuatan tekan beton yang di tetapkan pada umur yang dinyatakan, atau tahap konstruksi untuk setiap bagian struktur yang di desain.
  4. Kekuatan atau mutu tulangan beton sesuai yang di tetapkan.
  5. Ukuran dan lokasi semua elemen struktur dan tulangan.
  6. Tulangan untuk tipe, ukuran, lokasi, dan pemasangan angkur, dan kualifikasi untuk alat pemasangan angkur pasca pasang seperti yang disyaratkan.
  7. Ketentuan untuk perubahan dimensi yang diakibatkan dari rangkak, dan suhu.
  8. Besar dan lokasi gaya prategang.
  9. Panjang pengukuran tulangan dan lokasi dan panjang sambungan lewatan.
  10. Tipe dan lokasi sambungan lewatan tulangan mekanik atau las.
  11. Detail dan lokasi semua joint kontraksi atau isolasi (pemisah) yang ditetapkan untuk beton polos struktural dalam Pasal 22
  12. Kekuatan tekan beton minimum pada saat pasca penarikan.
  13. Urutan penegangan untuk tendon pasca tarik.
  14. Pernyataan jika slab di atas tanah didesain sebagai diafragma struktural

Nah itu 14 point yang harus ada dalam dokumen kontrak untuk konstruksi beton struktural sesuai dengan SNI 2847 2013.

Tips Presentasi Untuk Arsitek oleh Rio Hamdani

Tips Presentasi Untuk Arsitek oleh Rio Hamdani

Profesi arsitek selalu terkait presentasi. Semuanya bermula dari studio arsitektur di kampus, dimana pengerjaan satu semester harus diringkas menjadi tepat 10 menit untuk mendapatkan atensi dalam memahami proyek Anda, dan kemudian berlanjut ke kehidupan sebagai seorang profesional yang menjadikan presentasi tersebut sebagai alat utama berkomunikasi dengan rekan kerja, klien, juri atau dengan arsitek lain.

Presentasi yang baik harus bisa mendapatkan persetujuan bagi proyek Anda, atau mendapat masukan tentang sebuah perbaikan jika rencana yang Anda kemukakan tidak benar. Sebagai contoh, jika dibandingkan, maka presentasi ke klien berbeda dengan presentasi untuk sekelompok arsitek, bahkan jika kebutuhan cara mengkomunikasikan proyek Anda tersebut adalah sama.

Biasanya saya harus memberikan beberapa presentasi tiap bulannya. Saya selalu berusaha agar presentasi tersebut layak dan tidak membuang-buang waktu orang lain. Kemudian sebuah bantuan datang dari Garr Reynolds dengan “Zen Presentasi” nya dimana saya mendapatkan beberapa poin penting yang akan saya bagikan kepada Anda tentang cara membuat presentasi yang baik, disesuaikan dengan profesi sebagai arsitek.

1 Kenali pendengar Anda 
Saya fikir ini adalah bagian yang paling krusial. Bisa dikatakan, Anda butuh cara apapun agar berhasil berkomunikasi. Dalam rangka menyampaikan pesan dari Anda, diperlukan penyajian presentasi yang disesuaikan kondisi pendengar, agar mudah dipahami. Dalam arsitektur, ada beberapa istilah dan konsep yang mudah dipahami seorang arsitek tetapi klien atau khalayak umum mungkin tidak mengerti. Seringkali kita menemukan kata-kata yang bisa disalah artikan dan menyesatkan pendengar kita, seperti kata ‘program’, ‘urban fabric’, dll.

2 Jadikan Sederhana
Seperti yang kita lakukan dengan proyek-proyek kita maka presentasi juga harus sederhana. Kita harus menghapus segala sesuatu yang tidak perlu. Anggap materi presentasi sebagai sebuah bangunan yang semua elemennya ada di sana karena sebuah alasan jelas. Hal ini tentu cukup sulit mengingat seorang arsitek harus mampu menyajikan hingga mencapai hal-hal penting. Sebagai latihan Garr menyarankan agar Anda menguraikan tiga hal yang ingin didengar oleh pendengar Anda dalam sebuah presentasi. “simpel lebih baik”.

3 Relevansi 
Ini terkait dengan poin sebelumnya. Tempatkan diri Anda pada posisi audiens dan ajukan pertanyaan “lantas bagaimana?”. Anda mungkin memiliki beberapa cerita menarik atau konsep yang akan diceritakan ke pendengar, tetapi jika mereka tidak berinteraksi dan berkomunikasi dengan Anda – semua akan sia-sia.

4 Struktur / Bagan 

Mulailah dengan pondasi, kemudian ikuti dengan struktur, lantas pindah ke pembungkus bangunan dan interior. Ini adalah proses yang jelas yang sudah Anda ketahui pada sebuah bangunan. Jadi, lakukan hal yang sama untuk presentasi Anda.

Hal ini akan membuat audiens mengikuti dan fokus pada presentasi Anda. Ketika saya harus membuat presentasi dengan durasi yang cukup lama, saya selalu memulainya seperti sebuah indeks, dimana ketika presentasi bergerak maju maka saya selalu mengingatkan audiens di mana posisi presentasi, karenanya mereka dapat mengikuti presentasi dan tetap fokus, serta memahami poin apa yang akan datang berikutnya.

5 Mendongeng 

‘Saya ingat bahwa Frank Lloyd Wright merancang rumah Fallingwater hanya 2 jam sebelum pertemuannya dengan Kaufmann, semuanya terjadi saat duduk di meja gambar.

Seperti yang Anda lihat, cerita diatas akan menarik bagi seorang arsitek, dan Anda akan langsung mengerti maksud dari cerita tersebut. Cerita dapat menghubungkan Anda dengan audiens Anda, dan melibatkan mereka.

Anda dapat berpikir tentang proyek Anda sebagai sebuah cerita, dan mengembangkan seluruh materi presentasi seolah-olah Anda adalah seorang pendongeng. Hanya perlu diingat ,cerita yang tidak relevan dapat berbahaya daripada membantu.

6 Percaya Diri
Bahkan setelah melakukan ratusan presentasi, saya masih gugup sebelum melakukannya. Jika Andaterlihat gugup maka audiens cenderung untuk melihat kegugupan itu daripada fokus pada proyek yang dipresentasikan.

Saran terbaik mengatasi rasa gugup adalah berlatih, berlatih dan berlatih. Jika Anda selalu belajar dan menganalisa pengalaman presentasi ebelumnya maka ke depan presentasi akan mengalir secara alami, dan akan membuat Anda siap untuk hal tak terduga saat presentasi.

Sumber Tulisan : http://riohamdani.com/

Jenis – jenis Desain Interior

Jenis – jenis Desain Interior

Kita bisa dengan mudah menemukan model dekorasi rumah melalui blog, website dan majalah. Tapi kita sering merasa bingung ketika hendak menerapkannya ke rumah kita sendiri.

Ya, desain yang kita lihat adalah sebuah gambar penuh yang mungkin akan sedikit sulit untuk diaplikasikan secara langsung.

Dekorasi ruangan begitu individual dan unik, untuk itu agar mempermudah mencontek sebuah gaya, ada baiknya kita belajar dasar-dasar model interior desain.

Dengan mengenal satu persatu model desain interior, Anda bisa paham model mana yang disukai dan menjadi panduan mencari model perabot yang tepat. Dikutip dari Homedit, simak perbedaan antar jenis-jenis interior desain berikut ini.

Hasil gambar untuk desain interior

Bohemian (Boho Chic) Style

Gaya Bohemian atau boho-chic adalah segala sesuatu yang mencerminkan individualitas. Gaya ini merupakan wujud dari kebebasan, tampilan modern dan koleksi yang warna-warni. Sebuah ruang dengan gaya boho-chic sangat pas untuk mendefinisikan gaya personal dan estetika Anda.

Coastal Style

Gaya Coastal atau nautical identik dengan nuansa berlibur di pantai yang menenangkan. Cahaya matahari, ombak dan pasir menjadi inspirasi dekorasi yang satu ini.Ruangan yang mengadopsi gaya nautical akan membuat Anda betah berlama-lama karena sentuhan warna biru dan furnitur yang nyaman.

Kontemporer

Gaya kontemporer pada dasarnya merupakan paduan konsep masa kini dan masa depan. Model ini memberikan nuansa hangat dan dingin dalam waktu yang bersamaan.Dengan tampilan yang bersih, hampir jarang menemukan pernak pernik di ruangan kontemporer. Elemen dasar seperti warna netral, bersih dan halus menjadi ciri utamanya.

 Eklektik

Konsep ini mewakili kebebasan berekspresi, tanpa aturan dan banyak permainan mix and match. Gaya eklektik juga berbeda dengan tipe dekorasi rumah lainnya, karena mengombinasikan beberapa jenis gaya menjadi satu.Ruangan pun terasa nyaman untuk ditempati penghuninya. Penyanyi Raisa mengaku bahwa gaya eklektik menjadi inspirasinya untuk mendesain hunian.

Industrial

Gaya industrial merupakan campuran material yang masih mentah. Sedikit sentuhan nyentrik yang bergabung dengan nuansa primitifIndustrial begitu lekat dengan furnitur tekstur, sesuatu yang berwarna abu-abu dan terlihat asli. Dengan ciri khas dinding unfinished dan langit-langit tinggi, ruang industrial terasa sejuk tanpa mengandalkan penyejuk udara.

Minimalis

Model yang satu ini sering dikaitkan dengan konsep modern. Minimalis adalah gaya yang menggabungkan estetika dan keserhanaan.Sebuah ruangan yang mengadopsi gaya minimalis berisi beberapa perabot simpel yang dapat menampilkan efek dekorasi yang maksimal.

Maroko

Mengadopsi dari negeri Maroko, Morrocan Style sangat kaya dengan sejarah, warna dan tekstur. Pola yang ramai dengan warna warni cerah menjadi komponen arsitektur yang ditampilkan di ruangan.Morrocan Style juga identik dengan apresiasi global mengenai desain yang bagus.

Rustic

Gaya rustic begitu lekat dengan segala sesuatu yang alami, dan gaya hidup yang “membumi.” Tidak heran, jika isi perabotnya banyak terbuat dari bahan-bahan buatan tangan, daur ulang dan repurposed.

Skandinavia

Sering disebut juga sebagai gaya Swedish, Skandinavia adalah konsep yang mewakili kehangatan dan keceriaan. Umumnya gaya ini memberi kesan kasual yang terlihat dari campuran perabot yang terlihat simpel namun menawan.

Vintage

Model yang memiliki ciri motif bunga-bunga ini mewakili model kuno yang tak lekang oleh zaman. Perabot vintage umumnya sudah berusia puluhan tahun namun tetap terlihat kokoh dan menawan.Sebuah ruangan yang dihiasi oleh model vintage biasa diisi oleh koleksi antik seperti cangkir dan guci yang terlihat klasik.

Sumber Tulisan. http://www.rumah.com/

Pentingnya Seorang Arsitek Mempunyai Legalitas dan Layak Secara Hukum

Pentingnya Seorang Arsitek Mempunyai Legalitas dan Layak Secara Hukum

Seperti halnya dokter, akuntan dan pengacara, arsitek adalah profesi yang menjual jasanya kepada masyarakat. Keberadaan arsitek diakui untuk mengurusi segala permasalahan mengenai rancang bangun, mulai dari penyusunan konsep perancangan hingga pengawasan berkala sampai akhirnya menjadi sebuah produk arsitektural. Selain itu, seorang arsitek juga mempunyai tanggung jawab secara moral seumur hidup terhadap karya-karyanya.
Peran arsitek di dalam kehidupan masyarakat sangat penting karena arsitek sebagai salah satu komponen masyarakat yang berperan di dalam pembentukan peradaban kehidupan manusia. Arsitek sebagai profesi yang menciptakan ruang bagi aktifitas dan kelangsungan hidup manusia dituntut selalu peka terhadap perkembangan zaman dan teknologi serta sedapat mungkin selalu membela kepentingan masyarakat umum.
Seiring dengan kemajuan dan pembangunan yang terjadi di Indonesia, profesi arsitek juga semakin mendapat tempat di masyarakat. Meskipun tidak sepopuler dokter, peran kerja arsitek dalam pengabdian kepada masyarakat semakin dihargai. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, arsitek dituntut menguasai ilmu arsitektur yang dipadukan dengan berbagai disiplin ilmu lain yang selalu berkembang dengan dinamis.
Arsitek dalam segala tindakannya selalu mempertimbangkan diri pada etika profesi serta tanggung jawab sebagai profesional. Dalam memberikan jasa profesional, arsitek selalu bertindak tegas dan jujur. Mematuhi rambu-rambu standar profesional dan teknis yang relevan. Namun saat menghadapi penugasan, keahlian, dan ketelitiannya berjalan dalam ritme yang tinggi sesuai dengan syarat integritas, obyektivitas, serta syarat independensi yang berlaku. Oleh karena itu legalitas yang sah secara hukum sangat diperlukan oleh seorang arsitek untuk mendapatkan kepercayaan dan dapat mempertanggung jawabkan karyanya secara hukum.
Pasal UUD45 yang menjelaskan ttg hak dan kewajiban seorang profesional yang sesuai dengan bidang keahliannya
Dalam Undang-undang nomer 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menjelaskan tentang hak dan kewajiban seorang tenaga pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya, yang mana Undang-undang tersebut berfungsi untuk melindungi dan membatasi status hak dan kewajiban para tenaga pekerja dari para pemberi kerja (Pengusaha) yang sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan dalam ruang lingkup kerja. Dengan demikian perlindungan terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin hak-hak dasar para tenaga kerja dan menjamin pula kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun bahkan untuk mewujudkan kesejahteraan para tenaga kerja dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan didunia usaha.
Hasil gambar untuk sidang
Hak–hak dan Kewajiban Para Tenaga Kerja Didalam Ruang Lingkup Undang–undang Nomer 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan  Terdiri Dari:
Hak-hak Tenaga Kerja
*** Pasal 5              : Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan
*** Pasal 6            : Setiap pekerja berHak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha
*** Pasal 11          : Setiap tenaga kerja berHak untuk memperoleh dan/atau meningkatkan dan/atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja
*** Pasal 12 ayat  ( 3 )          : Setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan kerja sesuai dengan bidang tugasnya
*** Pasal  18 ayat ( 1 )          : Tenaga kerja berHak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta atau pelatihan ditempat kerja
*** Pasal 23               : Tenaga kerja yang telah mengikuti program pemagangan berHak atas pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan atau lembaga sertifikasi
*** Pasal 31             : Setiap tenaga kerja mempunyai Hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak didalam atau diluar negeri
*** Pasal 67               : Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat wajib memberikan perlindungan sesuai dengan jenis dan derajat kecacatannya
*** Pasal 78 ayat ( 2 )           : Pengusaha yang mempekerjakan pekerja melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud pada Pasal 78 ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur
*** Pasal 79 ayat ( 1 )           : Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja
*** Pasal  80              : Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya
*** Pasal 82               : Pekerja perempuan berHak memperoleh istirahat selam 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (Satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan
*** Pasal 84               : Setiap pekerja yang menggunakan hak waktu istirahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 ayat (2) huruf b, c dan d, Pasal 80 dan Pasal 82 berHak mendapatkan upah penuh
*** Pasal 85 ayat ( 1 )           :  Pekerja tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi
*** Pasal 86 ayat ( 1 )           : Setiap pekerja mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas:
a.    Keselamatan dan kesehatan kerja
b.    Moral dan kesusilaan dan
c.    Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama
*** Pasal 88               : Setiap pekerja berHak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
*** Pasal 90               : Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari  upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89
*** Pasal 99 ayat ( 1 )           : Setiap pekerja dan keluarganya berHak untuk memperoleh jaminan sosial  tenaga kerja
*** Pasal 104 ayat ( 1 )         : Setiap pekerja berHak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja
*** Pasal 137             : Mogok kerja sebagai Hak dasar pekerja dan serikat pekerja dilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan
*** Pasal 156 ayat ( 1 )         : Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja serta uang pengganti Hak yang seharusnya diterima
Kewajiban Tenaga Kerja
*** Pasal 102 ayat ( 2)             :Dalam melaksanakan hubungan industrial, pekerja dan serikat pekerja mempunyai fungsi menjalankan pekerjaan sesuai dengan keWajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokrasi, mengembangkan keterampilan dan keahliannya serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya
*** Pasal 126 ayat( 1 )                  : Pengusaha, serikat pekerja dan pekerja Wajib melaksanakan ketentuan yang ada dalam perjanjian kerja bersama( 2 )                  : Pengusaha dan serikat pekerja Wajib memberitahukan isi perjanjian kerja bersama atau perubahannya kepada seluruh pekerja
*** Pasal 136 ayat ( 1 )                     :Penyelesaian perselisihan hubungan industrial Wajib dilaksanakan oleh pengusaha dan pekerja atau serikat pekerja secara musyawarah untuk mufakat
*** Pasal 140 ayat ( 1 )                     :Sekurang kurangnya dalam waktu 7 (Tujuh) hari kerja sebelum mogok kerja dilaksanakan, pekerja dan serikat pekerjaWajib memberitahukan secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan setempat
Sumber:
Perancangan Arsitektur Daerah Tropis

Perancangan Arsitektur Daerah Tropis

Indonesia merupakan negara yang terletak di 95° BT – 141°BT garis khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis, sehingga indonesia hanya memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan musim panas. Cuaca tersebut mempengaruhi gaya hidup sehari-hari masyarakat Indonesia termasuk dalam mendesain tempat tinggal mereka dengan penyesuaian dari waktu-kewaktu membuat pendudukIndonesia sadar bahwa penerapan arsitektur tropis lah yang paling tepat di terapkan pada rumah mereka.

Arsitektur Tropis adalah sebuah karya Arsitektur yang mencoba untuk memecahkan problematic iklim setempat, dalam hal ini iklim Tropis. Yang penting dalam Arsitektur Tropis ialah apakah rancangan tersebut dapat menyelesaikan masalah pada iklim tropis seperti hujan deras, terik matahari, suhu udara tinggi, kelembapan tinggi dan kecepatan angina rendah, sehingga manusia yang semula tidak nyaman berada dialam terbuka, menjadi nyaman ketika berada didalam bangunan tropis.

Sementara iklim tropis lembab sendiri dicirikan oleh beberapa factor iklim sebagai berikut :

  • Curah hujan tinggi sekitar 2000-3000 mm/tahun
  • Radiasi matahari relatif tinggi sekitar 1500 hingga 2500 kWh/m2/tahun
  • Suhu udara relatif tinggi untuk kota dan kawasan pantai atau dataran rendah.
  • Untuk kota dan kawasan di dataran tinggi rendah, sekitar 18hingga 28atau lebih rendah.Kelembaban tinggi (Jakarta antara 60 hingga 95%)
  • Kecepatan angina relatif rendah.

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan berada dalam ruangan yang merupakan salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat. Misalnya penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

Kriteria Perencanaan Pada Iklim Tropis Lembab

Kondisi iklim tropis lembab memerlukan syarat-syarat khusus dalam perancangan bangunan dan lingkungan binaan, mengingat ada beberapa factor- faktor spesifik yang hanya dijumpai secara khusus pada iklim tersebut, sehingga teori-teori arsitektur, komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan dan nilai-nilai estetika bangunan yang terbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah lain yang berbeda kondisi iklimnya. Kondisi yang berpengaruh dalam perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah, yaitu :

  1. Kenyamanan Thermal

Untuk mendapatkan kenyamanan thermal dapat dilakukan denganmengurangi perolehan panas, memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar bangunan serta mencegah radiasi panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas. Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai tahan panas yang besar, sehingga laju aliran panas yang menembus bahan tersebut akan terhambat. Permukaan yang paling besar menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap umumnya mempunyai tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk mempercepat kapasitas panas dari bagian atas agak sulit karena akan memperberat atap. Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat diperbesar dengan beberapa cara, misalnya rongga langit-langit, penggunaan pemantul panas reflektif juga akan memperbesar tahan panas. Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain yaitu :

  • Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.
  • Melindungi dinding dengan alat peneduh. Perolehan panas dapat juga dikurangi dengan memperkecil penyerapan panas dari permukaan, terutama untuk permukaan atap.
  • Penggunaan warna-warna terang. Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang lebih kecil dibandingkan dengan warna gelap. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan temperatur permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara luar. Hal ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antara kedua permukaan bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar.

  1. Aliran Udara Melalui Bangunan

Kegunaan dari aliran udara atau ventilasi adalah :

  • Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk pernafasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.
  • Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas, membantu mendinginkan bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya perbedaan temperature antara udara di dalam dan di luar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya digunakan lubang ventilasi tetap yang selalu terbuka. Untuk memenuhi yang kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.

  1. Radiasi Panas

Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan dan dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device). Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi 40C. Hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit atau permukaan bawah dari atap.

  1. Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :

Cahaya matahari langsung.

Cahaya matahari difus

Cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pencahayaan alami khususnya cahaya matahari langsung. Cahaya matahari langsung yang masuk harus dibatasi karena akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari. Sehingga yang perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit. Untuk bangunan berlantai banyak, makin tinggi lantai bangunan makin kuat potensi cahaya langit yang bisa dimanfaatkan. Cahaya langit yang sampai pada bidang kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen :

  • Komponen langit.
  • Komponen refleksi luar
  • Komponen refleksi dalam

Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada tingkat penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah :

  • Luas dan posisi lubang cahaya.
  • Lebar teritis
  • Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya
  • Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.
  • Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.

Untuk bangunan berlantai banyak makin tinggi makin berkurang pula kemungkinan adanya penghalang di muka lubang cahaya.

Dampak Lingkungan Penerapan Arsitektur Tropis

Arsitektur Tropis adalah suatu konsep bangunan yang mengadaptasi kondisi iklim tropis. Letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia memiliki dua iklim, yakni kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau suhu udara sangat tinggi dan sinar matahari memancar sangat panas. Dalam kondisi ikim yang panas inilah muncul ide untuk menyesuaikannya dengan arsitektur bangunan gedung maupun rumah yang dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Dampak Jangka Pendek (sekarang)

Dampak jangka pendek atau dampak yang langsung bisa dinikmati dengan penerapan konsep arsitektur tropis adalah :

  • Terciptanya kenyamanan dalam hunian. Karena sirkulasi udara tercukupi, membuat hawa dalam ruangan menjadi nyaman
  • Penghematan Energi, karena untuk penerangan dan penghawaan memanfaatkan sumber energi alam.

Dampak Jangka Panjang

Dampak yang akan di nikmati beberapa tahun kemudian, jika arsitektur tropis diterapkan adalah :

  • Terjaganya kelestarian alam karena konsep arsitektur tropis menyatu dengan alam bukan merusak alam
  • Akan semakin berkembangnya konsep arsitektur tropis jika banyak peminatnya.

Sumber Tulisan : http://adacyntya.blogspot.com/