Ide Desain Garasi Rumah Modern Minimalis

Anda tentu ingin mobil pribadi Anda memiliki garasi yang aman dengan luas yang mencukupi kebutuhan, bukan? Memarkirkan kendaraan di sembarang tempat tentu saja dapat mengganggu kepentingan orang lain, sekaligus tidak aman untuk mobil. Walaupun sekadar garasi  minimalis, desain parkir khusus untuk mobil bisa membuat kendaraan kesayangan Anda menjadi lebih aman.

Photo by John Paulsen on Unsplash
Photo by John Paulsen on Unsplash

Sebelum membuatnya, Anda harus paham bahwa ada beberapa konsep desain garasi rumah yang minimalis serta dapat menambah referensi. Selain membuat kendaraan aman, Anda juga bisa menghemat area fungsional di rumah. Yuk, cek beberapa desain garasi minimalis dan yang bisa Anda contoh berikut ini.

  1. Garasi dengan Pintu Kayu

Kayu merupakan material yang paling banyak digunakan pada rumah dengan konsep minimalis. Nah, Anda juga bisa menggunakan material kayu pada pintu garasi untuk memberikan tampilan yang lebih estetik dan menarik. Agar tidak monoton, kombinasikan kayu dengan cat berwarna kontras pada bagian tembok garasi agar tampilannya bisa terlihat lebih modern.

  1. Garasi Split Level

Inspirasi desain garasi selanjutnya adalah garasi minimalis split level yang sangat cocok diado psi bagi Anda yang tinggal di kawasan dengan lahan berkontur atau bagi Anda yang ingin memberikan efisiensi ruang. Anda bisa memanfaatkan lantai bawah sebagai garasi rumah yang didesain menyatu dengan keseluruhan rumah. Anda pun bisa mendapatkan garasi dengan luas yang cukup untuk kendaraan kesayangan Anda.

  1. Desain Garasi Pagar Besi

Ini merupakan salah satu jenis garasi terbuka. Namun untuk keamanannya sangat terjamin, karena dikelilingi dengan atap dan pagar besi yang kokoh serta anti maling. Terkadang pagarnya juga menjadi satu dengan pagar rumah sehingga bermanfaat ganda.

  1. Desain Garasi Ganda

Jika kamu memiliki lebih dari satu kendaraan, mungkin kamu perlu mempertimbangkan garasi ganda. Garasi ganda umumnya dapat menampung 2 mobil atau lebih. Terbilang cukup luas dan bisa digunakan untuk memarkir mobil dan beberapa sepeda motor. Kamu juga bisa mendesain salah satunya menjadi tertutup, jika ingin mengalihfungsikannya sebagai ruang untuk menyimpan perkakas dan sebagainya. Sayangnya, garasi jenis ini cukup memakan banyak tempat. Untuk rumah dengan type 36, jikai tetap menginginkan garasi seperti ini, kamu bisa mengakalinya dengan mengorbankan slaah satu tempat seperti kamar depan untuk dijadikan garasi.

  1. Garasi dengan Atap Kayu Terbuka

Tak hanya untuk pintu gerbang, material kayu pada garasi juga dapat dijadikan sebagai atap, lho! Ya, desain garasi dengan atap kayu yang terbuka dapat menjadi inspirasi yang menarik untuk dicoba. Alih-alih menggunakan kanopi dengan material kaca atau plastik, Anda dapat menggunakan kayu untuk kesan yang lebih unik dan menarik. Selain itu, material kayu lebih bisa diandalkan untuk melindungi kendaraan dari terik sinar matahari dan air hujan.

Selain kayu, Anda bisa menggunakan baja ringan sebagai atap garasi. Tak hanya pada garasi, bahan satu ini juga sering dijadikan sebagai kanopi carport minimalis.

  1. Desain Garasi Elegan Terbuka

Mau tampilan yang lebih elegan dan estetik? Mungkin jenis garasi ini cocok buat kamu! Garasi ini terdiri dari atap dan pilar berbahan kayu dengan kualitas tinggi. Dengan dipasang lampu pijar di bagian atasnya, garasimu jadi terlihat elegan. Pasalnya temaram lampu pijar yang menerangi warna coklat tua dari kayu menghasilkan kombinasi cantik yang sulit membuat orang tidak terpana.

  1. Desain Garasi Ganda

Jika kamu memiliki lebih dari satu kendaraan, mungkin kamu perlu mempertimbangkan garasi ganda. Garasi ganda umumnya dapat menampung 2 mobil atau lebih. Terbilang cukup luas dan bisa digunakan untuk memarkir mobil dan beberapa sepeda motor. Kamu juga bisa mendesain salah satunya menjadi tertutup, jika ingin mengalihfungsikannya sebagai ruang untuk menyimpan perkakas dan sebagainya. Sayangnya, garasi jenis ini cukup memakan banyak tempat. Untuk rumah dengan type 36, jikai tetap menginginkan garasi seperti ini, kamu bisa mengakalinya dengan mengorbankan slaah satu tempat seperti kamar depan untuk dijadikan garasi.

  1. Desain Garasi Elegan Terbuka

Mau tampilan yang lebih elegan dan estetik? Mungkin jenis garasi ini cocok buat kamu! Garasi ini terdiri dari atap dan pilar berbahan kayu dengan kualitas tinggi. Dengan dipasang lampu pijar di bagian atasnya, garasimu jadi terlihat elegan. Pasalnya temaram lampu pijar yang menerangi warna coklat tua dari kayu menghasilkan kombinasi cantik yang sulit membuat orang tidak terpana.

  1. Desain Garasi Berpanel Surya

Garasi ini sangat cocok bagi kamu dengan dana lebih. Pasalnya bagian atas dari garasi ini tidak menggunakan kanopi biasa, melainkan panel surya. Panel surya sendiri berfungsi untuk menyimpan sinar matahari, yang nantinya dapat digunakan untuk pasokan listrik pribadi. Walau menyerap cahaya matahari, panel surya tidak akan menghantarkan panas ke mobil kamu. Garasi pun jadi punya multi-manfaat!

  1. Desain Garasi Basement

Garasi yang berada di basement lebih sering kita temui di bangunan-bangunan, seperti mall, hotel, apartemen, dan tempat-tempat umum lainnya. Namun bagaimana jika konsep ini diterapkan di rumahmu? Konsep garasi rumah minimalis ini sudah mulai digunakan di rumah-rumah kekinian, terutama bagi yang area rumahnya tidak terlalu luas. Selain hemat tempat, kendaraan juga lebih aman dari serangan cuaca.

Bagaimana, tertarik untuk mengaplikasikan desain pagar rumah minimalis diatas? Sebelum mengeksekusi ada baiknya pilih dan pilah kemudian sesuaikan dengan kondisi dan budget yang kamu miliki.

Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Menyusun Gasebo Rumah?

Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Menyusun Gasebo Rumah?

Duduk bersantai di outdoor, sembari menikmati pemandangan taman rumah yang asri, mungkin hal ini merupakan salah satu mimpi Anda ketika memiliki rumah. Ya, otomatis, pikiran Anda pun akan terbesit pada keinginan untuk membangun gazebo. Namun, membuat gazebo bukanlah perihal yang mudah dan murah.

Pasalnya, pembangunan mencakup pemasangan dan harga material gazebo memakan biaya yang relatif besar. Belum lagi, lahan yang Anda butuhkan pun harus mencukupi. Plus, Anda tak boleh melupakan perawatannya, setelah gazebo tersebut rampung dibangun. Salah sedikit saja, maka pembangunan dengan biaya besar tadi akan terasa sia-sia.

Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk membangun gazebo di hunian Anda, pastikan agar Anda memperhatikan 5 hal penting berikut.

  1. Ukuran Ideal

Sesuaikan ukuran gazebo yang akan Anda bangun dengan daya tampung yang Anda inginkan. Minimal, Anda memperhitungkan jumlah anggota keluarga Anda. Jangan sampai Anda terlalu kecil ataupun terlalu besar membuatnya, karena akan terasa mubazir. Selain itu, pastikan agar gazebo tersebut maksimal berukuran 1/5 dari luas pekarangan atau area terbuka di rumah Anda. Pastikan agar penyerapan air tetap bisa terjadi, meskipun Anda membuat gazebo.

 

  1. Konsep Desain

Ketika Anda akan membuat gazebo, hal pertama yang akan menyulitkan Anda adalah konsep desain dari gazebo tersebut. Pasalnya, seperti sebuah rumah, model gazebo pun cukup bervariasi, mulai dari gazebo tradisional yang memakai material alam, gazebo klasik seperti yang biasa dilihat di rumah-rumah Eropa hingga gazebo modern. Sesuaikan model gazebo tersebut dengan karakter taman, rumah, serta kebutuhan Anda.

 

  1. Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Satu hal yang harus Anda perhatikan, biaya untuk pembangunan gazebo tidaklah murah. Biaya tukang, pembelian material, dan pembuatannya, tentulah akan cukup menguras kocek Anda. Terlebih lagi dari sisi perawatannya, mengingat gazebo merupakan elemen eksterior, yang membutuhkan perawatan ekstra dan rutin. Oleh karena itu, sesuaikan kondisi keuangan Anda dengan keinginan Anda membuat gazebo.

Jika masih terasa pas-pasan, Anda bisa mengganti keberadaan gazebo, dengan area duduk santai di teras rumah. Dengan aplikasi yang tepat, ruang duduk di teras pun bisa menjadi senyaman gazebo.

 

  1. Pemilihan dan Penempatan Tanaman

Tentunya, gazebo dan taman Anda merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Kesalahan pemilihan tanaman yang “menghuni” taman Anda, bisa mengakibatkan kenyamanan Anda untuk bersantai di gazebo kelak terganggu. Pilihlah tanaman berukuran pendek dan kecil untuk diletakkan di dekat gazebo. Hindari peletakan pohon besar, mengingat hal tersebut akan menghalangi pemandangan dari dalam gazebo. Tanaman gantung yang dapat menyaring panasnya matahari bisa jadi pilihan Anda.

 

  1. Posisi Itu Penting

Pertanyaan selanjutnya, di manakah seharusnya sebuah gazebo diletakkan? Jawabannya bisa bermacam-macam, tergantung kondisi lokasi yang Anda miliki. Anda bisa membuat gazebo di tengah-tengah pekarangan rumah, agar pemandangan dari seisi taman bisa Anda lihat dari segala sudut. Namun, Anda juga bisa memanfaatkan ruang-ruang “mati” di pekarangan rumah Anda untuk dijadikan gazebo yang agak menyudut dan menempel ke tembok.

Itulah lima hal yang harus diperhatikan sebelum menaplikasikan gazebo di rumah Anda. Untuk hasil yang maksimal. Selamat bereksplorasi untuk mendekor rumah Anda!

5 Tips Desain Rumah Sehat yang Mudah Diterapkan

Desain rumah sehat dengan sirkulasi udara yang sejuk adalah dambaan setiap orang. Terutama bagi Anda yang tinggal di perkotaan. Rumah yang tidak memiliki ventilasi membuat suasana menjadi pengap, panas dan tidak nyaman. Jika dibiarkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Penggunaan penyejuk udara mungkin menjadi solusi. Namun, selain mahal penggunaan terus-menerus juga berdampak buruk untuk kesehatan Anda. Karena udara sejuk yang dihasilkan tidak alami.

Photo by LYCS Architecture on Unsplash
Photo by LYCS Architecture on Unsplash

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah rumah jadi lebih dingin dan sejuk. Salah satunya dengan menjaga kebersihan rumah secara rutin dan menanam pohon. Rumah yang sejuk dan bersih akan berdampak positif bagi penghuninya. Jadi, berikut desain rumah sehat sejuk yang dapat Anda terapkan.

1. Jendela desain rumah sehat

Memberikan lebih banyak ventilasi untuk ruang terbuka adalah perencanaan desain rumah sehat yang sempurna. Jendela besar rumah yang menghadap halaman memudahkan sinar matahari masuk. Membuat suhu rumah Anda terasa hangat ketika pagi hari. Selain itu, cahaya matahari yang masuk ke ruangan dapat menghilangkan kelembaban. Serta bakteri dan jamur yang menempel pada furnitur dan dinding. Angin dan udara segar lebih bebas masuk yang memberikan kesejuk pada rumah Anda.

Gunakan jendela ganda dengan kaca yang dapat dibuka ke dalam. Dengan bagian luar yang dapat dibuka ke arah luar. Jendela rangkap memiliki fungsi sebagai sirkulasi udara sekaligus pencahayaan. Ketika Anda membutuhkan cahaya, bagian luar bisa dibuka dan cahaya akan langsung masuk menembus lapisan kaca. Udara sejuk bisa diperoleh dengan membuka keduanya.

  1. Posisi ruangan desain rumah sehat

Posisi dan arah ruangan akan memengaruhi suhu ruangan. Ruang yang sering digunakan aktivitas pagi hingga siang hari sebaiknya berada disebelah barat. Seperti ruang makan dan ruang tamu. Penempatan ruang ini bukan tanpa alasan. Kamar yang terletak sebelah barat akan terasa dingin di pagi hari. Malam harinya, ketika matahari sudah mulai bergerak ke arah barat, kamar dari sisi timurlah yang akan terasa lebih dingin.

  1. Desain rumah dengan banyak tumbuhan

Selain membuat rumah terlihat indah, tanaman mampu memberi suasana sejuk yang diinginkan. Bahkan, kehadiran pohon-pohon di halaman juga memberikan suasana yang sama. Jangan lupa untuk melihat kondisi sekitar dan membersihkan tanaman secara teratur. Sehingga tidak mengganggu cahaya alami yang masuk ke dalam rumah.

  1. Exhaust fan

Exhaust fan adalah jenis kipas yang menyedot udara dari dalam ruangan keluar dari rumah. Bahkan, fungsi kipas ini dapat dibalik untuk menyerap udara segar ke dalam rumah. Sehingga rumah Anda memiliki udara segar dan sejuk sepanjang hari. Dengan kipas ini akan menjaga suhu ruangan tetap stabil. Sirkulasi udara dalam ruangan akan menjadi lebih baik dan membuat Anda lebih betah.

  1. Plafon

Sirkulasi udara dapat dipengaruhi oleh ukuran plafon. Jarak antara atap dan plafon dapat menentukan suhu ruangan. Plafon tinggi akan membuat udara masuk ke rumah lebih banyak. Selain itu, juga dapat menahan panas matahari langsung ke dalam rumah. Ukuran Membuat plafon dengan ketinggian yang cukup sekitar 3 meter atau lebih, setara dengan dua kali tinggi tubuh manusia dewasa

Jika kesehatan jadi prioritas utaman Anda. 5 tips desain rumah sehat ini bisa diterapkan. Untuk mewujudkan rumah sehat yang berkualitas.

Agar desain rumah sehat Anda semakin berkualitas gunakan lantai vinyl anti bakteri sekarang. Lantai dengan anti bakteri terbaik hanya bisa Anda temukan di Balian flooring. Klik disini untuk Pesan sampel gratis. Rasakan keindahannya langsung.

Boros Listrik di Rumah? Ini Dia Tips Menghematnya

Tagihan listrik Anda membengkak di akhir bulan? Rasanya Anda sudah hemat dalam menggunakan listrik tetapi nyatanya jumlah pemakaian listrik Anda tetap banyak? Ya, memang hampir seluruh kegiatan rumah tangga membutuhkan listrik. Aktivitas sehari-hari pun sangat bergantung pada penggunaan elektronik yang tentunya membutuhkan sumber daya listrik.

Photo by Griffin Taylor on Unsplash
Photo by Griffin Taylor on Unsplash

Nah, untuk menghindari pengeluaran tambahan, Anda bisa mengubah kebiasaan kecil dengan memulai gaya hidup h emat listrik. Yuk, terapkan beberapa cara dan tips untuk menghemat listrik berikut untuk tagihan nyaman di akhir bulan.

 

  1. Cabut Kabel dari Saklar Jika Tidak Digunakan

Jangan biarkan berbagai peralatan atau kabel terpasang pada saklar saat tidak digunakan meski dalam keadaan mati. Listrik tetap akan mengalir pada kabel tersebut ke peralatan elektronik Anda jika dibiarkan tertancap pada saklar. Jadi, listrik akan terbuang sia-sia dan Anda harus membayar tagihan yang terbuang percuma.

 

  1. Menghemat Pemakaian Lampu

Pastikan Anda sudah mematikan lampu saat meninggalkan ruangan. Langkah hemat listrik yang satu ini memang sudah sering diingatkan namun kerap pula dilupakan. Lampu yang dibiarkan menyala akan tetap menyedot pemakaian listrik secara terus menerus. Cobalah untuk membatasi penggunaan lampu di siang hari untuk pemakaian listrik yang lebih efektif.

 

  1. Pintar dalam Menggunakan Perangkat Elektronik

Beberapa perangkat elektronik rumah tangga membutuhkan daya yang cukup besar untuk bisa berfungsi, seperti kulkas atau mesin cuci. Untuk menghemat listrik, Anda bisa mengurangi penggunaan pengering pada mesin cuci. Manfaatkan panas matahari dan angin untuk mengeringkan pakaian. Selain itu, bersihkan kondesor kulkas secara berkala dan pastikan pintu kulkas selalu tertutup rapat.

 

  1. Tidak Menggunakan AC Secara Berlebihan

Di negara dengan iklim yang cukup panas membuat kita sudah sangat bergantung dengan AC. Namun, tahukah Anda jika ternyata AC bekerja dengan menggunakan listrik lebih banyak dibandingkan perangkat elektronik lainnya? Pilih AC yang hemat energi yang bisa menaikkan suhu atau off secara otomatis saat ruangan ada sedikit orang atau justru tidak ada orang. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi mendinginkan ruangan yang efeknya tidak akan dirasakan oleh siapa-siapa.

 

  1. Gunakan Lampu LED sebagai Penerang Ruangan

Lampu LED (Light Emiting Diode) merupakan alternatif penerangan dengan energi rendah yang bisa Anda gunakan untuk menghemat listrik. Dibandingkan lampu pijar biasa, lampu LED dapat menghemat daya 50-70%. Tidak hanya itu, lampu LED juga punya ketahanan yang cukup menyaingi lampu pijar. Asal Anda gunakan dengan hemat dan pintar, lampu LED pasti akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

 

  1. Pakai Listrik dengan Sistem Pulsa

Penggunaan listrik dengan sistem pulsa bisa membantu Anda menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Listrik pulsa bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang Anda rencanakan selama satu bulan. Jadi, Anda bisa mengontrol pemakaian listrik supaya tidak berlebihan dan membuat Anda lebih hemat memakai listrik.

Saat pulsa listrik habis, otomatis aliran listrik di rumah Anda akan terputus dan mati sehingga untuk mengaktifkannya kembali Anda harus membeli pulsa lagi. Cara ini akan membantu Anda dalam menghitung kebutuhan listrik dan meninjau kembali apa saja sebenarnya yang bisa dikurangi dari pemakaian listrik.

 

  1. Matikan Alat Elektronik saat Tidur

Apakah Anda punya kebiasaan membiarkan televisi menyala saat tidur? Wah, hal ini sangat boros listrik lho. Hindari kebiasaan tidur dengan berbagai perangkat elektronik masih menyala. Mulai dari televisi, lampu, atau gadget yang masih dalam proses pengisian baterai. Selain untuk menghemat listrik, mematikan lampu saat tidur juga akan membantu menenangkan tubuh Anda sehingga bisa beristirahat dengan optimal.

 

  1. Gunakan Setrika dengan Pengatur Panas Otomatis

Walaupun ukurannya kecil, setrika merupakan salah satu perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik cukup besar. Bahkan, lebih besar dari televisi dan perangkat elektronik lainnya lho. Nah, untuk menghemat pemakaian listrik Anda bisa menggunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Setrika ini akan mati dengan sendirinya saat suhu panasnya sudah cukup tinggi. Anda juga bisa menyesuaikan panas yang digunakan dengan bahan pakaian yang disetrika.

 

  1. Pilih Mesin Cuci Sesuai Kebutuhan

Pilihlah kapasitas mesin cuci dengan jumlah pakaian Anda sehari-hari. Memilih kapasitas yang terlalu besar akan berakibat pula pada semakin besarnya daya listrik yang dibutuhkan. Usahakan juga untuk tidak mencuci pakaian melebihi kapasitas mesin cuci karena akan menambah daya listrik.

Itulah tadi sejumlah cara hemat listrik yang bisa mulai Anda terapkan di rumah. Selain menghemat biaya listrik Anda di rumah, hemat dan pintar memakai listrik bisa berguna bagi lingkungan lho. Ayo mulai dari diri sendiri.

Membeli Material Bangunan? Jangan Lupa Pertimbangkan Hal Ini

Membeli Material Bangunan? Jangan Lupa Pertimbangkan Hal Ini

Memiliki kesempatan untuk bisa membangun rumah sendiri tentunya hal yang paling menyenangkan. Saat memutuskan untuk memiliki sebuah rumah, tentunya kita harus menentukan bahan bangunan apa yang akan dipilih serta biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun rumah tersebut. Bahan bangunan yang dipilih ini tentunya harus yang berkualitas terbaik, agar hasilnya juga maksimal.

Photo by LYCS Architecture on Unsplash
Photo by LYCS Architecture on Unsplash

Beberapa bahan atau material untuk membangun rumah sudah tersedia di toko material khusus. Namun terkadang kita merasa bingung karena banyaknya jenis dan merek dari bahan-bahan material bangunan tersebut. Inginnya kita bisa membeli bahan material yang kualitasnya baik dan juga harganya cukup terjangkau. Berikut ini ada 10 hal yang harus diperhatikan ketika membeli bahan bangunan untuk rumah anda:

 

  1. Perhatikan Biaya

Biaya adalah faktor penting yang harus diperhatikan saat kita akan memilih bahan bangunan untuk pembangunan rumah kita. Saat melihat beberapa bahan bangunan, kita akan menyadari bahwa harga bahan bangunan tersebut akan berbeda. Jangan terpaku untuk mencari produk yang murah. Anda harus mempertimbangkan keawetan atau manfaat dari produk yang dipilih. Jangan lupa untuk memilih bahan bangunan yang berkualitas dan dapat digunakan dalam waktu lama agar biaya lebih hemat.

 

  1. Estetika

Estetika identik dengan keindahan dan penampilan. Ketika memilih bahan bangunan, anda juga perlu mempertimbangkan tampilan yang diinginkan. Mungkin konsep rumah yang diinginkan setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka dengan konsep minimalis, ada juga yang suka dengan konsep klasik. Selera orang tentunya berbeda-beda. Pilihlah bahan bangunan dengan menerapkan estetikanya. Lakukan pemilihan secara lebih detail seperti warna, jenis atap, pernak-pernik, dan lain sebagainya.

 

  1. Tempat

Pertimbangkan masalah tempat yang akan dijadikan area pembangunan rumah anda. Perhatikan bagaimana keadaan cuaca di sekitar lokasi tersebut. Apakah lokasinya termasuk lokasi rawan banjir atau malah sebaliknya. Keadaan tempat juga akan berpengaruh terhadap pemilihan bahan material bangunan yang akan digunakan. Carilah persyaratan sebelum anda mulai berbelanja bahan bangunan, seperti menentukan spesifikasi bahan atap yang bagus dan persyaratan lainnya.

 

  1. Daya Tahan

Ada beberapa bangunan yang dapat bertahan lebih lama sedangkan yang lainnya merupakan bahan yang mudah rusak dan tidak tahan lama. Sebaiknya pilih bahan yang tepat untuk bangunan rumah anda. Tepat di sini yaitu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan pastikan kualitasnya tahan lama. Konsultasikan masalah ini dengan ahlinya, agar anda tidak salah memilih bahan bangunan.

 

  1. Pemasok

Berbicara soal pemasok bahan bangunan, tentu akan berkaitan dengan supplier yang tepercaya dan selalu menghadirkan bahan bangunan yang baik. Pilihlah pemasok yang menawarkan jasa angkut bahan bangunan ke lokasi proyek atau pembangunan.

 

  1. Ketersediaan

Masalah waktu tentunya juga perlu diperhatikan, baik saat pembelian bahan, maupun hingga pembangunannya nanti. Waktu pembangunan yang berjalan lama bisa diakibatkan karena tidak adanya ketersediaan bahan bangunan dari supplier tepercaya. Pilihlah toko bangunan yang lengkap dan bisa menyediakan apa yang diperlukan untuk pembangunan sebuah rumah. Jangan memilih toko bangunan yang membuat anda menunggu bahan bangunan yang diperlukan terlalu lama.

 

  1. Instalasi dan Konstruksi

Proses selanjutnya dalam pembangunan rumah adalah tahap instalasi dan konstruksi. Di tahap ini anda mungkin memerlukan tenaga ahli khusus untuk memasang Instalasi yang rumit, perhatikan juga biaya tambahan yang akan dikeluarkan.

 

  1. Prestasi

Prestasi di sini adalah prestasi dalam memilih bahan bangunan yang baik dan berkualitas. Anda pastikan bahwa struktur bangunan yang akan dibuat harus mendukung kekuatan bangunan dan umur bangunannya. Bahan yang dipilih untuk bangunan rumah juga harus yang berkualitas dan tidak mengandung Zat kimia yang berbahaya.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga bangunan agar selalu tampak baik dalam jangka waktu panjang. Bahan bangunan yang berkualitas tinggi, memiliki biaya pemeliharaan yang tidak terlalu mahal.

 

  1. Efisiensi Energi

Jangan lupakan soal prinsip hemat energi dalam membangun rumah, karena rumah yang baik adalah rumah yang selalu hemat energi dan bermanfaat baik bagi penghuni di sekitar lingkungannya. Jika ingin tagihan listrik tidak terlalu membengkak nantinya, sebaiknya kita mulai dengan berhemat energi listrik dari sekarang.  

Membeli bahan bangunan ketika akan membangun sebuah rumah, tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan. Kita harus mengetahui dulu, apakah bahan bangunan yang akan digunakan memiliki kualitas yang baik atau tidak. Pilihlah bahan yang kualitasnya paling baik serta hemat energi. Pada saat pembangunan atau pemasangan, energi yang hemat juga akan berpengaruh pada hematnya pengeluaran listrik nanti.

Seperti Apa Inspirasi Desain Kamar Tidur untuk Lansia?

Tinggal bersama orang lanjut usia (lansia) berarti ada kebutuhan khusus dalam penataan rumah. Salah satu contohnya adalah kamar tidur. Baik dalam kondisi sehat maupun sakit, lansia membutuhkan kondisi tertentu untuk mendapatkan istirahat berkualitas. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan agar para lansia merasa nyaman.

Photo by Francesca Tosolini on Unsplash
  1. Tempat tidur

Ahli fisioterapi Widianing Retnaningsih, menjelaskan, seorang lansia umumnya memiliki struktur tulang belakang yang mudah sekali terpengaruh oleh faktor luar contohnya tempat tidur. “Sebaiknya gunakan tempat tidur yang padat, agar dapat menjaga bentuk struktur tulang belakang supaya tidak makin melengkung akibat tempat tidur terlalu empuk,” ujar Widianing yang berpraktik di RS Pertamedika Sentul kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2015).

Mengenai jenis tempat tidur, Widianing tidak mematok harus busa atau kapuk, asal kepadatannya sesuai. Dia juga memaparkan bahwa kemampuan gerak lansia cenderung melambat seiring bertambahnya usia mereka. Ini turut berpengaruh saat mereka harus bangun dari tempat tidur, seringkali mereka mengalami kesulitan mengangkat bobot tubuh sendiri. Untuk memudahkannya, gunakan tempat tidur dengan tinggi lebih dari 50 cm dari lantai. Sediakan pula ruang gerak yang cukup luas di sekeliling tempat tidur untuk memudahkan mereka bangun.

  1. Penataan kamar

Beberapa orang lansia mengalami kesulitan berjalan akibat gangguan keseimbangan ataupun penyakit tertentu. Widianing menyebutkan ada beberapa alat bantu yang perlu digunakan lansia yaitu tongkat berjalan, tripod walker (tongkat berjalan dengan tiga ujung kaki), walking frame (alat bantu empat kaki), dan kursi roda.

Untuk memudahkan lansia berjalan dengan alat bantu tersebut, pastikan kamar tidur tidak dipenuhi terlalu banyak furnitur dan aksesori. Pintu masuk kamar tidur sebaiknya dibuat selebar 80 cm-90 cm agar mereka mudah melewatinya ketika menggunakan walking frame ataupun kursi roda.

Jangan ada laci atau lemari penyimpanan yang terlalu tinggi untuk dijangkau oleh orang tua lansia. Pastikan semua penyimpanan mudah dijangkau sehingga mereka tidak perlu menaiki kursi untuk mengambil barang di tempat-tempat tinggi. Tempatkan kursi atau sofa tunggal di area-area yang mengharuskan orang tua lansia berdiri dalam waktu lama, contohnya di dekat lemari pakaian.

 

  1. Letak kamar tidur

Widianing menuturkan, seseorang mulai mengalami pengapuran tulang pada usia 40 tahun ke atas. Ini berpengaruh pada kemampuan mereka untuk naik dan turun tangga. “Ketika menaiki tangga, seorang lansia harus mengangkat beban sebesar 150 persen- 200 persen dari bobot mereka sendiri. Ini tentu akan sulit, terutama bagi mereka yang sudah mengalami pengapuran tulang lutut,” jelasnya.

Karena itu sebaiknya kamar seorang lansia tidak berada di lantai dua. Dengan demikian, mereka tidak perlu naik-turun tangga untuk menuju ruang-ruang lain seperti ruang keluarga ataupun dapur. Kamar lansia sebaiknya tidak bersebelahan dengan kamar anak terutama bila anak-anak sering bermain di dalam kamar. Orang lansia memerlukan ketenangan ekstra untuk memenuhi kebutuhan istirahat mereka.

  1. Pelengkap

Di kamar lansia, ada baiknya dipasangkan bel pemanggil dengan tombol yang mudah mereka jangkau dari tempat tidur. Bisa juga dengan menempatkan telepon di sebelah tempat tidur, agar mereka dapat dengan mudah memanggil anggota keluarga lainnya ketika membutuhkan sesuatu.

Sediakan senter atau lampu darurat di dalam laci side table dan pastikan letaknya mudah dijangkau dari tempat tidur. Bila sewaktu-waktu listrik padam, para lansia dapat menggunakan senter atau lampu darurat tersebut sebelum anggota keluarga lainnya menghampiri.