Desain rumah scandinavian telah menjadi daya tarik akhir-akhir ini. Popularitasnya tak dapat terbantahkan dalam dunia arsitektur modern. Ada banyak sekali keunggulan dari konsep tersebut yang kemudian memantapkannya sebagai tren desain yang paling digemari.
Scandinavian adalah desain bangunan dengan akar warisan budaya dari negara-negara Nordik, yang diantaranya adalah Swedia, Norwegia, dan Denmark. Gaya dari konsep ini adalah menyatukan bangunan dengan alam sehingga menimbulkan kesan indah nan alami, serta kehangatan dan kesejukan sekaligus.
Pada artikel kali ini, Jogja Arsitek akan menampilkan ciri khas yang mengitari konsep rumah scandinavian, dan juga memberikan wawasan terkait hal-hal yang mesti dipertimbangkan sebelum memantapkan kehendak Anda untuk menerapkan konsep tersebut.
Ciri Khas Desain Rumah Scandinavian
Ada beberapa poin yang umumnya menjadi ciri khas yang dapat Anda temui dari rumah scandinavian. Apa saja? Berikut kami sajikan poin-poin tersebut.
- Penggunaan Kayu Alami
Bintang utama dari desain rumah bergaya scandinavian adalah penggunaan kayu alami. Kayu cerah layaknya kayu birch, pine, atau oak, akan menciptakan nuansa yang hangat dan memancarkan nilai-nilai alamiah. Apalagi jika Anda bisa menerapkannya ke dalam desain interior dan juga ragam furniture. Dijamin, suasana di dalam rumah akan jauh lebih nyaman dan juga bersahaja. Tentunya penggunaan kayu ini didasari budaya Nordik yang lebih memanfaatkan alam secara langsung dibandingkan menggunakan bahan material yang diolah secara sintetis.
- Pencahayaan yang Maksimal
Di wilayah Skandinavia, matahari cenderung lebih redup dibandingkan wilayah tropis seperti di Indonesia. Maka dari itu, biasanya mereka merancang bukaan yang lebih besar agar cahaya matahari bisa masuk dengan maksimal. Jadi, jangan heran kalau rumah-rumah dengan tipe tersebut memiliki jendela yang besar. Selain itu, pencahayaan alami ini dapat mengurangi energi, yang tentunya membuat Anda lebih hemat dalam urusan biaya operasional.
- Palet Warna Netral
Warna-warna yang Anda dapat terapkan pada desain ini adalah warna seperti putih, abu-abu, atau beige. Aksen yang lembut dari warna-warna tersebut akan menyatu dengan bukaan yang maksimal sehingga menimbulkan efek bersih, terang, dan rapi. Efek-efek tersebut kemudian akan membuat ruangan dalam rumah menjadi terasa lebih luas.
- Mengutamakan Fungsi
Alih-alih memenuhi rumah dengan hal yang tidak jelas fungsinya, rumah scandinavian menganut konsep minimalis yang mengutamakan fungsi. Semua hal yang ada di dalam rumah wajib memiliki nilai fungsi yang jelas. Prinsip ini kemudian akan membuat rumah terasa lebih efisien dan juga nyaman. Hal ini tak terlepas dari budaya bangsa Nordik yang juga mengutamakan fungsi dibandingkan memenuhi rumah dengan barang yang menyita banyak ruang.
- Sentuhan Personal yang Hangat
Apabila Anda berkunjung ke rumah dengan gaya ala wilayah Skandinavia, pastinya Anda akan merasakan sentuhan personal yang hangat. Jikalau ada unsur dekoratif seperti pajangan, pasti itu adalah sebuah karya seni yang emosional dan bernilai sejarah. Bisa dibilang, konsep ala Skandinavia adalah representasi dari diri pemiliknya.
Pertimbangan dalam Menerapkan Desain Rumah Scandinavian
Meskipun sangat fungsional, ada beberapa pertimbangkan yang wajib dipikirkan secara matang sebelum menerapkan desain rumah scandinavian. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan.
- Kesesuaian dengan Lingkungan Lokal
Sebelum menerapkan desain rumah scandinavian, penting sekali untuk mempertimbangkan konteks lingkungan lokal. Contohnya adalah iklim, budaya, dan juga regulasi. Misalkan Anda membangun pada wilayah yang sinar mataharinya sangat terik, selalu pertimbangkan bukaan mengarah ke arah yang tepat. Jangan sampai dalam ruangan malah menjadi panas karena tidak mempertimbangkan arah sinar matahari. Atau misalnya daerah yang Anda tinggali memiliki curah hujan tinggi. Tentunya Anda perlu memikirkan apakah kayu pada rumah Anda dapat bertahan lama atau tidak.
- Fungsionalitas dan Estetika yang Seimbang
Walaupun menekankan sisi fungsionalnya, tetap pertimbangkan juga sisi estetika. Pilihlah furniture yang praktis sekaligus estetis. Hal demikian bukan berarti tanpa alasan. Estetika dapat membantu Anda dalam hal pemulihan mental. Setelah bekerja seharian, bayangkan jika Anda melihat furniture yang tak enak dipandang. Pasti Anda akan merasa makin lelah dan stres. Maka dari itu, furniture yang seimbang secara fungsi dan estetika akan lebih berarti dalam gaya desain rumah yang satu ini.
- Teknologi yang Ramah Lingkungan
Bukan hanya material yang berkelanjutan, Anda juga wajib mempertimbangkan teknologi yang ramah lingkungan. Misalnya, dibandingkan menggunakan pendingin ruangan atau kipas angin yang menggunakan energi berlebihan, Anda dapat memanfaatkan banyak sekali sistem pendingin ruangan yang mempertimbangkan lingkungan, contohnya adalah pendingin ruangan evaporatif.
Demikianlah ciri khas dan juga hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan gaya desain rumah scandinavian. Jika Anda berminat membangun rumah dengan gaya tersebut, kami dari Jogja Arsitek siap membantu Anda! Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun dan juga integrasi dengan banyak profesional, kami optimis hasil yang kami berikan akan sesuai dengan ekspektasi Anda.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami, klik di sini untuk konsultasi GRATIS. Segera dapatkan rumah impianmu!



