Tips Mengatasi agar Tembok tidak Mudah Rembes

Tips Mengatasi agar Tembok tidak Mudah Rembes

Pernah nggak si hunian Bunda atau Moms rembes? Sampai-sampai membuat ruangan terasa lembab. Hal itu tentunya membuat Anda merasa tidak nyaman. Selain itu, dinding yang rembes juga membuat warna cat mudah pudar dan tampak mengurangi nilai estetikanya. Sekilas juga sudah mengganggu penglihatan. Selain itu, terkadang meninggalkan bekas ataupu berjamur. Ketika mengering menimbulkan bercak ataupun kerak. Tentu dirasa menyebalkan bukan?

tips jogja arsitek
Sumber : pintarmengatasi.blogspot.com

Ada banyak sebab mengapa tembok/dinding bisa mudah rembes. Beberapa di antaranya seperti tembok yang saling berdempetan, dekat area basah, tembok yang mudah menyerap air tanah, tidak terkena sinar matahari secara cukup, pipa atau talang air bocor ataupun kesalahan berupa proses pengacian yang tidak sempurna.

Langkah sederhana untuk mencegah terjadinya rembesan pada tembok ialah memperbaiki proses pengacian. Kegiatan tersebut ialah hal yang paling dasar dan menjadi kunci utama. Meskipun demikian, masih ada beberapa cara lain untuk mengatasi tembok yang rembes, di antaranya sebagai berikut:

  • Membuka semua ventilasi yang ada di ruangan

Cara ini cukup sederhana yakni dengan membuka semua ventilasi yang ada di ruangan rumah Anda. Bila ruangan ber-AC maka segera matikan AC untuk kemudian memulai membuka ventilasi. Tujuannya agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, untuk memudahkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan.

  • Memilih dan menggunakan cat yang waterproofing

Memilih cat bukan hanya sekedar suka terhadap warnanya saja. Namun juga perlu diperhatikan akan kualitasnya.

Apakah cat yang dibeli dapat melapisi dinding dengan baik atau bersifat waterproofing? Ini perlu ditinjau dan dikaji lebih detail ketika akan memulai membeli cat.

Di pasaran sudah banyak tersedia cat tembok yang bersifat waterproofing dengan berbagai nama dagang.

Jika sudah menemukan yang cocok segera lakukan pengecatan ulang pada tembok yang catnya telah mengelupas dan rusak.

  • Mulai memperbaiki pipa saluran dan talang air

Rumah Anda adalah milik Anda. Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan dan merawatnya dengan baik. Salah satu kegiatan merawat dan menjaga rumah ialah melakukan pengecekan saluran pipa dan talang air setidaknya 6 bulan sekali.

Hal ini bisa dijadikan sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi kebocoran. Apabila ketika pengeceka ditemui kebocoran, maka segera dilakukan perbaikan dan pergantian pipa.

  • Melapisi dinding dengan weldcrete coating

Beberapa kasus mungkin tidak cukup hanya melapisi dinding dengan cat waterproof karena kebocoran yang sudah parah. Kondisi ini ditandai dengan tembok yang lembab hingga berjamur.

Untuk mengatasinya dilakukan mengecat ulang tembok dengan adonan pelapis berupa weldcrete coating, sehingga akan lebih mampu melapisi dinding yang sudah rembes parah.

  • Minimalisir terjadinya rembesan tembok dengan mengurangi penggunaan furniture berbahan dasar kayu

Furniture kayu yang diletakkan di dekat tembok yang rembes dapat mempercepat pertumbuhan jamur pada tembok.

Karena air akan mudah meresap ke dalam kayu dan membuat sekelilingnya menjadi lembab.

Itulah beberapa ulasan mengenai tips untuk mencegah perembesan pada tembok. Anda juga dapat mencari beberapa informasi dari berbagai sumber yang mungkin lebih relevan untuk dinding rumah Anda.

Sharing dan diskusi dengan rekan kerja ataupun sahabat juga bisa menjadi alternative dalam menemukan ide-ide mencegah perembesan pada tembok. Yang terpenting dalam tindakan preventif ialah selalu menjaga dan merawat hunian Anda dengan runtin, agar selalu nyaman untuk Anda.